Ensiklik pertama Paus Leo XIV tekankan soal kemanusiaan di era AI

2 hours ago 3

Moskow (ANTARA) - Vatikan menerbitkan ensiklik pertama Paus Leo XIV, Senin, bertajuk "Magnifica Humanitas" yang membahas soal perlindungan umat manusia di era kecerdasan buatan (AI).

Ensiklik merupakan surat edaran resmi dari Paus kepada para uskup dan seluruh umat Katolik di dunia, yang berisi soal ajaran iman, moral, sosial, dan berisi isu-isu terkini, sebagai panduan pastoral bagi Gereja Katolik.

Menurut biro pers Takhta Suci Vatikan, Paus Leo XIV menandatangani dokumen paling penting untuk Gereja Katolik di dunia itu bertepatan dengan peringatan 135 tahun ensiklik Paus Leo XIII bertajuk "Rerum Novarum", yang membicarakan soal ketenagakerjaan dan isu sosial saat itu.

"Kemanusiaan, yang diciptakan oleh Allah dalam segala keagungan-Nya, kini dihadapkan pada pilihan penting, apakah akan membangun Menara Babel baru atau membangun kota tempat Allah dan umat manusia hidup berdampingan," demikian tertulis dalam pembukaan dokumen tersebut.

Ensiklik Paus Leo XIV itu terdiri atas lima bab, beserta pengantar dan kesimpulan. Salah satu penjelasan kunci adalah bahwa teknologi bukanlah kekuatan yang berlawanan dengan umat manusia, juga pada dasarnya bukan sesuatu yang jahat. Namun, teknologi bukanlah hal yang netral, karena mencerminkan sifat-sifat manusiawi para pembuat, penyumbang, pengatur, dan pengguna produk teknologi tersebut.

Paus juga menyerukan kebaikan di dalamnya dan tetap menjunjung tinggi kemanusiaan, dengan mengikuti prinsip-prinsip tanggung jawab bersama yang berani, subsidiaritas, dan persekutuan.

"Sehingga, dunia sekali lagi akan menyadari bahwa hati manusia adalah tempat di mana Allah ingin berdiam," tulis Paus Leo XIV.

Pada bab pertama, Paus Leo XIV membahas soal perkembangan ajaran sosial Gereja Katolik, dengan menyebut ensiklik "Rerum Novarum" karya Paus Leo XIII sebagai tonggak sejarah.

Selama lebih dari satu abad, para paus secara berturut-turut menafsirkan perubahan sejarah melalui kacamata Injil, dengan menekankan pada martabat manusia, nilai kerja, solidaritas, subsidiaritas, serta upaya mewujudkan perdamaian dan persaudaraan, kata Paus Leo XIV.

Perhatian khusus diberikan pada martabat manusia sebagai landasan ajaran sosial Gereja Katolik. Paus Leo XIV memperingatkan bahwa di bawah pengaruh ideologi-ideologi baru dan kepentingan-kepentingan kuat, manusia berisiko direduksi menjadi sekadar sumber daya untuk dimanfaatkan dan dieksploitasi atau dinilai semata-mata berdasarkan prestasi dan produktivitas mereka. Padahal, lanjut Paus Leo XIV, martabat setiap orang bersifat melekat dan tidak memerlukan pembenaran.

"Aspek-aspek martabat tersebut dapat ditingkatkan atau dikurangi. Selain gagasan itu, terdapat pula tingkat martabat ontologis yang lebih mendalam dan penting. Inilah martabat yang melekat pada setiap manusia semata-mata karena keberadaan, karena telah dikehendaki, diciptakan, dan dicintai oleh Tuhan," demikian bunyi ensiklik tersebut.

Dalam dokumen "Magnifica Humanitas" itu, Paus Leo XIV juga menyinggung soal penggunaan AI di bidang militer.

"Tidak ada algoritma yang dapat membuat perang menjadi dapat diterima secara moral," ujarnya.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Teladan hebat dari Paus Leo XIV di tengah kecamuk Perang Iran

Baca juga: Paus Leo pimpin Jalan Salib di Colosseum Roma

Baca juga: Paus Leo desak pemimpin dunia pilih perdamaian daripada perang

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |