Ekonom dorong penguatan fundamental untuk stabilkan rupiah

2 hours ago 4
Tekanan global memang memengaruhi banyak mata uang negara berkembang. Namun fakta empiris menunjukkan bahwa dalam satu hingga dua tahun terakhir cukup banyak mata uang dunia justru menguat terhadap dolar AS

Jakarta (ANTARA) - Ekonom mendorong penguatan fundamental ekonomi nasional untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, menyusul pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dinilai menjadi sinyal perlunya penguatan sektor riil dan produktivitas domestik.

“Tekanan global memang memengaruhi banyak mata uang negara berkembang. Namun fakta empiris menunjukkan bahwa dalam satu hingga dua tahun terakhir cukup banyak mata uang dunia justru menguat terhadap dolar AS,” kata Ekonom Senior Pusat Kajian Keuangan, Ekonomi dan Pembangunan Universitas Binawan Farouk Abdullah Alwyni dalam keterangan resmi dikutip di Jakarta, Senin.

Menurut Farouk, pelemahan rupiah yang menyentuh level historis terhadap dolar AS tidak dapat dipandang semata sebagai dampak penguatan mata uang global, melainkan juga sebagai momentum untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional secara lebih menyeluruh.

Ia menilai sejumlah mata uang seperti Ringgit Malaysia, Euro, Swiss Franc, hingga beberapa mata uang negara berbasis komoditas dan emerging markets justru menunjukkan penguatan terhadap dolar AS, sehingga kondisi tersebut menunjukkan adanya ruang pembenahan pada struktur ekonomi domestik.

Farouk mengatakan stabilitas rupiah tidak cukup dijaga hanya melalui intervensi pasar valuta asing maupun penyesuaian suku bunga. Menurut dia, kebijakan moneter tetap penting untuk menjaga stabilitas jangka pendek, namun penguatan nilai tukar dalam jangka menengah dan panjang sangat ditentukan oleh kekuatan sektor riil.

Ia menekankan pentingnya penguatan daya beli masyarakat dan perlindungan terhadap kelas menengah sebagai penopang utama konsumsi nasional, penerimaan pajak, serta stabilitas permintaan domestik.

Baca juga: Kemenkeu pastikan masih intervensi pasar obligasi guna jaga rupiah

“Pelemahan kelompok ini pada akhirnya akan melemahkan pertumbuhan ekonomi dan ketahanan rupiah itu sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Farouk mendorong penguatan sistem perpajakan yang lebih kompetitif dan berkeadilan, terutama bagi kelas menengah, pelaku UMKM, serta sektor pencipta lapangan kerja, agar konsumsi domestik dan pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga secara sehat.

Ia juga mendorong percepatan deregulasi dan debirokratisasi, penguatan ekspor dan devisa pariwisata, serta pengembangan industri substitusi impor strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku.

“Stabilitas mata uang pada dasarnya sangat terkait dengan kepercayaan terhadap kapasitas produksi, iklim bisnis yang kondusif, dan daya saing ekonomi suatu negara,” katanya.

Farouk menegaskan penguatan rupiah perlu dilakukan melalui pendekatan struktural dengan memperkuat sektor riil, memperbesar kelas menengah, meningkatkan produktivitas nasional, memperluas ekspor dan devisa pariwisata, serta mengurangi ketergantungan impor strategis sebagai bagian dari upaya memperkokoh fundamental ekonomi Indonesia.

Baca juga: BI: Pengembangan instrumen pasar uang agar aset rupiah terjaga

Baca juga: Ekonom: Kenaikan bunga BI jadi 5,25 persen cegah modal asing keluar

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |