Jakarta (ANTARA) - Sutradara Bernardus Raka membuat cerita film "Nobody Loves Kay" terinspirasi dari perjalanan hidup pemain gim profesional dari tim ONIC, Kairi, di mana isinya akan berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih pribadi.
Pemeran utama film tersebut, Bima Azriel, menilai cerita Kairi akan membuat banyak generasi muda, khususnya Gen Z merasa dekat dengan kisahnya.
“Isi ceritanya berbicara tentang sesuatu yang jauh lebih personal,” kata Bima dalam siaran tertulis di Jakarta, Senin.
Baca juga: Mantan anggota JKT48 jadi pemain film layar lebar "Nobody Loves Kay"
Bima memaparkan alasan pertama yang membuat film debut penyutradaraan dia membuat generasi muda merasa terhubung (relate) adalah karena memotret realitas kehidupan karakter yang berjuang meraih mimpi tanpa fasilitas modal, koneksi atau privilese apapun.
Tokoh utama bernama Kay, yang diperankan oleh Bima Azriel, digambarkan lahir dari keluarga sederhana dengan orang tua yang bekerja sebagai pekerja migran, sehingga ia harus berjuang dari nol bersama sahabatnya melalui layar ponsel.
Alasan kedua terletak pada visualisasi tekanan untuk sukses di usia muda yang berbenturan dengan stigma lingkungan.
Baca juga: Musisi hiphop Basboi bercerita debut akting di "Nobody Loves Kay"
“Di rumah, dia berhadapan dengan orang tuanya yang tidak percaya dengan apa yang ingin dia kejar,” ujar aktor yang pernah berperan sebagai remaja dengan luka yang mendalam dalam film "Mungkin Kita Perlu Waktu" (2024) karya sutradara Teddy Soeriaatmadja itu.
Faktor ketiga yang diangkat dalam film "Nobody Loves Kay" adalah konsekuensi dari sebuah ambisi yang dapat merusak hubungan sosial.
Ambisi besar Kay untuk memenangi kompetisi olahraga elektronik (e-sports) justru menjadi bumerang yang meretakkan persahabatannya dengan Ido (Rey Bong) dan Aurelio (Joshia Frederico).
Baca juga: Aktris Mian Tiara sempat diarahkan orang tua jadi pekerja kantoran
Selanjutnya, alasan keempat adalah penggambaran rasa sepi, kelelahan mental, serta ketakutan akan kegagalan di tengah maraknya fenomena cemas tertinggal tren (fomo) di media sosial.
Alasan terakhir yang mendasari kedekatan cerita itu adalah motivasi untuk bangkit bagi orang yang tidak diunggulkan (underdog) guna membuktikan kemampuan mereka saat diremehkan oleh lingkungan sekitar.
Film yang turut dibintangi oleh aktor Ario Wahab, Mian Tiara, Aurora Ribero hingga Melati Sesilia itu dijadwalkan tayang di bioskop secara serentak mulai 4 Juni 2026.
Baca juga: "Nobody Loves Kay" lebih dari film tentang pro player Mobile Legends
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































