Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi dalam riset untuk mengembangkan kapal nelayan bertenaga listrik.
"Sudah ada beberapa riset dasar yang berjalan. Kita juga akan melakukan uji coba di salah satu kampung nelayan di Cirebon, sehingga kita bisa mengetahui kendalanya dan sempurnakan," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Menteri Brian menekankan bahwa penggunaan motor listrik untuk kapal nelayan ini akan menguntungkan secara ekonomi, dan meningkatkan efisiensi bahan bakar bagi masyarakat nelayan.
"Harapannya kalau implementasinya sudah baik, bisa digunakan di kampung-kampung nelayan sehingga bisa menghilangkan subsidi bahan bakar untuk nelayan," ujarnya.
Senada dengan Brian, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyatakan sebelumnya telah dilakukan riset terkait motor listrik untuk mesin kapal nelayan, tetapi tidak berkelanjutan.
Baca juga: Penerangan Berbasis PLTS Hadir, Nelayan Cilamaya Kini Melaut dengan Lebih Aman dan Produktif
Kali ini, riset direncanakan untuk dapat berjalan dan bertahan sehingga betul-betul berdampak baik untuk komunitas nelayan di berbagai wilayah di Indonesia.
"Sekarang kita akan melakukan uji coba lagi, kemudian melalui kolaborasi dengan Kampung Nelayan Merah Putih. Jadi supaya mesin kapal nelayan bisa lebih efisien," ucap Menteri Trenggono.
Diketahui, rencana ini sejalan dengan permintaan Presiden Prabowo Subianto yang mengarahkan Kemdiktisaintek dan KKP untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Kemdiktisaintek terus mendorong penguatan riset terapan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat pesisir, termasuk pengembangan teknologi yang adaptif dan efisien bagi nelayan.
Sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset, dan antarlembaga pemerintah diharapkan mempercepat pemanfaatan hasil riset agar benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi komunitas nelayan di berbagai daerah.
Baca juga: 320 alat pancing dibagikan kepada nelayan Pulau Panggang
Baca juga: Presiden targetkan 1.000 desa nelayan beroperasi pada 2026
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































