Ancaman deepfake perlu diwaspadai dengan penguatan keamanan biometrik

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Seiring kemajuan teknologi generatif AI atau kecerdasan buatan, metode penipuan berbasis identitas digital menjadi semakin kompleks dan sulit dideteksi dengan sistem verifikasi konvensional.

Risiko fraud berbasis kecerdasan buatan (AI), khususnya serangan manipulasi identitas seperti deepfake kian meningkat pentingnya memperkuat keamanan biometrik.

"Di tengah meningkatnya risiko fraud berbasis AI, kemampuan mendeteksi presentation attack menjadi elemen penting dalam menjaga integritas proses verifikasi identitas digital," ujar Head of AI Verihubs, Bram dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Wamenkomdigi sebut berpikir kritis lindungi anak dari paparan hoaks

Dalam upaya memperkuat ketahanan sistem terhadap pola serangan yang terus berkembang, perusahaan teknologi identitas digital Verihubs meraih sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 serta ISO/IEC 30107 terkait Presentation Attack Detection (PAD) untuk teknologi liveness detection yang dikembangkan secara internal.

ISO/IEC 27001:2022 merupakan standar internasional untuk sistem manajemen keamanan informasi, sementara ISO/IEC 30107 (PAD) menguji kemampuan sistem biometrik dalam mendeteksi upaya manipulasi identitas, termasuk serangan menggunakan rekaman video, masker tiga dimensi, hingga rekayasa wajah berbasis AI.

Pencapaian ini terjadi di saat industri perbankan dan teknologi finansial (tekfin) menghadapi tantangan baru dalam proses know-your-customer (KYC) dan digital onboarding.

Teknologi biometrik berbasis AI kini menjadi salah satu komponen utama dalam ekosistem layanan keuangan digital. Sejumlah bank, perusahaan tekfin, serta lembaga pemerintahan telah mengadopsi sistem verifikasi biometrik untuk mempercepat proses onboarding sekaligus menjaga kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data dan anti pencucian uang.

Baca juga: Inggris selidiki X menyusul laporan soal penyalahgunaan Grok

Baca juga: Deepfake AI dinilai bisa picu perang nuklir

Baca juga: Analis UNDP kemukakan perlunya aturan untuk menindak penyalahgunaan AI

Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |