Jamaah diimbau fokus ibadah hindari aktivitas di luar kepentingan haji

6 days ago 3

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mengimbau jamaah haji Indonesia untuk fokus menjalankan rangkaian ibadah dan menghindari aktivitas di luar kepentingan haji yang berpotensi menimbulkan risiko maupun kelelahan berlebihan.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kecelakaan bus yang menimpa jamaah haji Indonesia di kawasan Jabal Magnet, Madinah, Selasa (28/4).

Atalia, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta, Kamis, mengatakan keselamatan jamaah harus menjadi prioritas utama selama pelaksanaan ibadah haji, termasuk dengan membatasi aktivitas di luar agenda utama yang telah ditetapkan.

“Atas nama Komisi VIII DPR RI, saya menyampaikan keprihatinan atas kecelakaan bus yang menimpa jamaah haji Indonesia di Madinah. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, dan para jamaah yang terluka telah mendapatkan penanganan medis dengan cepat,” ujarnya.

Keselamatan dan perlindungan jamaah merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Oleh karena itu, dia menilai seluruh aktivitas jamaah harus tetap berada dalam koridor keselamatan.

Di sisi lain, dia mengapresiasi respons sigap Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Luar Negeri, Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah, dan seluruh petugas haji yang telah memberikan pertolongan serta pendampingan kepada jamaah terdampak.

Legislator bidang agama dan sosial itu mengingatkan, fokus ibadah utama dan kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi langkah penting untuk meminimalisasi risiko selama menjalankan ibadah haji.

Komisi VIII DPR RI, lanjut Atalia, akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pelayanan, pendampingan, dan pemulihan jamaah berjalan optimal.

Sebelumnya, pemerintah mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan bus Jamaah Haji Indonesia (JHI) Kloter SUB-2 dan Kloter JKS-1 dan memastikan insiden tersebut telah ditangani dengan baik.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan kecelakaan tersebut melibatkan bus JHI Kloter SUB-2 dan bus JHI Kloter JKS-1 saat perjalanan kembali dari kegiatan tur kota Jabal Magnet.

“Kementerian Luar Negeri RI melalui KJRI Jeddah tengah menangani kasus kecelakaan lalu lintas yang dialami kelompok Jamaah Haji Indonesia (JHI) pada 28 April 2026 di Arab Saudi,” kata Heni dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu (29/4).

Dia menjelaskan terdapat 10 orang terluka. Tujuh di antaranya adalah jamaah dari Kloter JKS-1 asal Jawa Barat, sedangkan tiga orang lainnya berasal dari Kloter SUB-2 asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Menurut Heni, mereka mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan dari tim kesehatan serta telah kembali ke Hotel Andalus Golden.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah atau Kemenhaj memastikan jamaah terdampak insiden kecelakaan telah mendapatkan penanganan medis dan pendampingan dari petugas.

“Kemenhaj memastikan jamaah terdampak telah mendapatkan penanganan medis dan pendampingan petugas,” ujar Kepala Biro Humas Kemenhaj Moh. Hasan Afandi di Jakarta, Rabu (29/4).

Baca juga: Saat hidangan jadi fondasi awal perjalanan panjang ke Tanah Suci

Baca juga: Jamaah calon haji dapat tambahan proteksi risiko panas saat Armuzna

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |