Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menerima permintaan warga RT 05/RW P5 Pejaten Timur, Pasar Minggu untuk membebaskan lahan di daerah itu sebagai upaya penanganan infrastruktur pascabanjir.
“Jadi, mereka menunggu, tentunya nanti saya akan sampaikan ke Pak Gubernur upaya-upaya yang diharapkan oleh masyarakat dan diharapkan oleh kita juga, bagaimana agar warga di kawasan ini tidak lagi terkena banjir,” kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar di Jakarta, Senin.
Anwar mengatakan dirinya sudah berbicara dengan warga Kelurahan Pejaten terkait permintaan pembebasan lahan.
Selain itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yusuf mengucapkan terima kasih pada Walikota Jakarta Selatan yang sudah mengunjungi warga RT 05 RW 05 Pejaten Timur.
Baca juga: Normalisasi Kali Ciliwung mulai dikerjakan pada 2026
Masyarakat berharap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa merealisasikan normalisasi Kali Ciliwung, khususnya di Pejaten Timur, yang memang warganya berbatasan langsung dengan bantaran Kali Ciliwung.
“Harapannya, Pemprov DKI Jakarta ini bisa membebaskan dan dibangun oleh pemerintah pusat. Agar masyarakat kita ini tidak terdampak banjir lagi," ucapnya.
Diharapkan, Pemerintah Provinsi DKI mempercepat permintaan pembebasan Sungai Ciliwung khususnya bagi warga Pejaten Timur.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait normalisasi Kali Ciliwung dan akan mulai dikerjakan pada 2026.
Baca juga: Tekan kemacetan, Sungai Ciliwung dan Kali Krukut segera dinormalisasi
Berdasarkan data Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jakarta per Juli 2025, rencana panjang tanggul normalisasi Kali Ciliwung mencapai 33,69 kilometer (km). Dari total rencana itu, sebanyak 17,14 km tanggul telah dinormalisasi dan 16,55 km belum dinormalisasi.
Dalam normalisasi itu, akan ada 14 lokasi prioritas pembebasan lahan hingga 2027, yaitu Kebon Manggis, Kampung Melayu, Bidara Cina, Manggarai, Bukit Duri, Kebon Baru, Cawang, Cililitan, Balekambang, Gedong, Pengadegan, Rawajati, Pejaten Timur dan Tanjung Barat.
Sementara empat lokasi yang telah ditetapkan adalah Cawang, Cililitan, Pengadegan dan Rawajati.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp98 miliar untuk proyek itu.
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































