Beijing (ANTARA) - Volume produksi atau output industri China mencatatkan pertumbuhan yang stabil pada Oktober 2025 di tengah berbagai langkah untuk menggenjot pengembangan industri kelas atas, cerdas, dan hijau, menurut data resmi pada Jumat (14/11).
Output industri bernilai tambah China meningkat 4,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Oktober 2025, menurut data Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) China.
Dalam 10 bulan pertama tahun ini, output industri China naik sebesar 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Output industri digunakan untuk mengukur aktivitas perusahaan besar, masing-masing dengan omzet bisnis utama tahunan sedikitnya 20 juta yuan (1 yuan = Rp2.357) atau sekitar 2,8 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp16.732).
Rincian data menunjukkan bahwa output bernilai tambah sektor manufaktur naik sebesar 4,9 persen (yoy) bulan lalu, sementara output bernilai tambah sektor pertambangan tumbuh sebesar 4,5 persen. Output bernilai tambah sektor produksi dan pasokan listrik, panas, gas, dan air meningkat sebesar 5,4 persen.
Pertumbuhan output industri yang relatif cepat pada Oktober menjadi kekuatan penting dalam menstabilkan ekonomi, kata Juru Bicara (jubir) NBS Fu Linghui pada konferensi pers.
Dari 41 industri utama, 29 di antaranya melaporkan peningkatan output bernilai tambah bulan lalu, kata Fu, seraya menambahkan bahwa output bernilai tambah manufaktur peralatan naik 8 persen (yoy), menjadi kekuatan penting yang menopang seluruh produksi industri.
Fu mengungkapkan transformasi kelas atas dan digital industri China mendapatkan momentum pada Oktober 2025, seiring output bernilai tambah manufaktur teknologi tinggi dan manufaktur produk digital masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 7,2 persen dan 6,7 persen (yoy).
Jubir NBS itu juga menyoroti momentum dalam produksi kuat untuk produk energi baru, seraya menuturkan output baterai lithium-ion untuk mobil dan kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) masing-masing naik 30,4 persen dan 19,3 persen.
Pewarta: Xinhua
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































