Hoaks! Video gempa-tsunami Bali pada 14 Juli

5 hours ago 1

Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah akun YouTube dengan 153 ribu pelanggan, membagikan video yang mengabarkan terjadinya gempa dan tsunami di Bali pada 14 Juli 2026.

Konten tersebut menggabungkan sejumlah video pendek, menjadi rekaman berdurasi 14 menit.

Hingga Rabu (15/7), rekaman itu sudah diputar sebanyak 3.674 kali.

Berikut narasi yang disajikan sang pengunggah:
"BARUSAJA GEMPA & TSUNAMI BALI 14/7/2026! GEMPA DAHSYAT BALI HARI INI! GELOMBANG AIR LAUT NAIK DIBALI,".

Namun, benarkah video tersebut memperlihatkan gempa-tsunami Bali pada 14 Juli?

Tangkapan layar konten di media sosial yang menyatakan adanya gempa-tsunami Bali pada 14 Juli 2026 (YouTube)

Penjelasan:
Akun resmi media sosial Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bali menerangkan ada dua gempa yang mengguncang Bali pada 14 Juli 2026, yakni gempa magnitudo 2,5 di Kuta Selatan serta gempa magnitudo 2,1 di Gianyar.

Namun, mengacu akun @bmkgbali, kedua gempa tersebut tidak disertai dengan tsunami di Bali.

Sementara itu, video di YouTube yang mengklaim adanya gempa serta tsunami di Bali ternyata tidak memuat kejadian terkini.

Misalnya pada menit ke-2 video tersebut. Tampak sejumlah wisatawan diterjang ombak besar saat bersantai di perairan. Ternyata kejadian itu berlangsung pada 2022 di Nusa Penida, Bali.

Adapula klaim di menit ke-5 video itu, yang memperlihatkan ratusan orang berhamburan keluar dari pusat perbelanjaan akibat gempa di Bali pada 14 Juli 2026.

Kejadian sebenarnya dalam rekaman tersebut berlangsung di Medan, Sumatera Utara, pada 11 Mei 2025, sebagaimana dijelaskan di sini.

Dengan begitu, konten di YouTube dengan klaim gempa dan tsunami di Bali pada 14 Juli 2026 berisi informasi menyesatkan atau hoaks.

Klaim: Video gempa-tsunami Bali pada 14 Juli
Rating: Hoaks

Cek fakta: Hoaks! Ilustrasi tsunami di Pekalongan

Cek fakta: Hoaks! Turki dilanda tsunami usai gempa

Cek fakta: Misinformasi! Air laut di Merak Banten surut

Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |