Hipertensi dominasi pelaksanaan program CKG di Cilandak

1 month ago 43

Jakarta (ANTARA) - Hipertensi menjadi permasalahan kesehatan dengan angka tertinggi yang ditemukan dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Cilandak, Jakarta Selatan.

"Angka tertingginya adalah hipertensi," kata Kepala Puskesmas Cilandak, Sunersi Handayani kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Temuan tersebut diperoleh dari rangkaian pemeriksaan kesehatan gratis yang merupakan bagian dari komitmen menjalankan program Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Program CKG tersebut awalnya dilaksanakan bagi warga yang berulang tahun, sebelum kemudian diperluas agar dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa batasan tertentu. Pemeriksaan dilakukan tidak hanya di fasilitas kesehatan, tetapi juga langsung menyasar komunitas warga.

Pelayanan kesehatan berbasis komunitas ini dilakukan melalui kerja sama dengan tokoh masyarakat, camat, lurah, serta pengurus RT dan RW.

Pelayanan pun turut meluas dengan petugas kesehatan mendatangi lokasi-lokasi tempat warga beraktivitas sehingga masyarakat tidak harus datang langsung ke Puskesmas Cilandak.

Baca juga: Seluruh Puskesmas di Jakarta bisa layani pemeriksaan kanker serviks

Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan kesehatan mencakup layanan elektrokardiogram (EKG) khususnya bagi yang punya riwayat masalah jantung. Sementara itu, pemeriksaan lanjutan seperti laboratorium tetap dilaksanakan di Puskesmas.

“Sudah ada EKG cepat, mungkin di komunitas kita lakukan EKG dan laboratoriumnya di puskesmas,” ucapnya.

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya masalah kesehatan, terutama hipertensi, maka pasien akan langsung mendapatkan penanganan sesuai prosedur di Puskesmas.

Tata laksana meliputi pemberian obat-obatan, konsultasi gizi, serta arahan dan rekomendasi lain yang disesuaikan dengan kondisi medis pasien.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah komplikasi akibat hipertensi yang tidak terkontrol, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular.

Sementara itu, bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, pihak Puskesmas akan melakukan rujukan ke RSUD Fatmawati atau rumah sakit daerah setempat sesuai kebutuhan medis.

“Mudah-mudahan dengan pelaksanaan CKG ini, kami bisa terus mendukung masyarakat Cilandak untuk lebih sehat lagi,” ucapnya.

Program ini juga diharapkan mampu mendorong perubahan gaya hidup sehat di tengah masyarakat khususnya warga Cilandak.

Baca juga: Lansia di Jakbar akui berhasil deteksi penyakit jantung lewat CKG

Baca juga: Pemkot Jakbar targetkan 46 persen warga ikuti program CKG pada 2026

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |