Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Dua wisatawan yang sedang menikmati libur Lebaran 2026 terseret ombak di pantai selatan Kabupaten Jember, Jawa Timur, di dua lokasi yang berbeda yakni satu wisatawan terseret ombak di Pantai Paseban dan satu wisatawan lainnya terseret ombak di Pantai Papuma, Sabtu.
Wisatawan yang terseret ombak di Pantai Paseban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan wisatawan yang terseret ombak di Pantai Papuma dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.
"Telah terjadi kecelakaan laut di Pantai Paseban yakni pengunjung atas nama Giman (54) warga Desa Kraton, Kecamatan Kencong terseret ombak dan sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember Edy Budi Susilo.
Menurut dia, korban yang sedang berkunjung ke Pantai Paseban saat libur Lebaran itu terseret ombak laut pantai selatan saat mandi di laut, padahal sebelumnya sudah ada larangan dari petugas untuk tidak mandi di laut karena berbahaya.
"Petugas selalu mengingatkan pengunjung untuk tidak mandi di laut yang jaraknya terlalu jauh dari bibir pantai karena kondisi pantai selatan memiliki ombak yang cukup besar," tuturnya.
Baca juga: Angin kencang, ibu dan anak terluka tertimpa pohon tumbang di Jember
Baca juga: BPBD Jember gerak cepat tangani banjir-longsor di sejumlah kecamatan
Sedangkan korban kedua yakni Muhammad Sheva Yusuff (22) warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama teman-temannya berwisata di Pantai Papuma, kemudian menuju bibir pantai yang berada di tebing di bawah Siti Hinggil, padahal kawasan tersebut merupakan zona larangan batas pengunjung.
"Korban bersama dua temannya berswafoto di lokasi tersebut, kemudian ombak besar tiba-tiba menerjang hingga ketiganya tersapu ombak. Dua rekan korban berhasil menyelamatkan diri, namun Sheva tenggelam dan dinyatakan hilang tergulung ombak," katanya.
Ia menjelaskan Tim SAR gabungan sudah melakukan pencarian korban tenggelam yang tergulung ombak dengan menggunakan perahu dan melakukan penyisiran darat di lokasi hilangnya korban.
"Korban belum juga ditemukan setelah dilakukan pencarian hingga sore hari dan tim SAR gabungan menghentikan pencarian karena sudah mulai gelap. Pencarian akan dilanjutkan pada besok Minggu (29/3) pagi," ujarnya.
Edy mengimbau kepada seluruh wisatawan yang berkunjung di objek wisata pantai selatan untuk mematuhi rambu-rambu yang sudah dipasang oleh petugas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat merayakan liburan Lebaran bersama keluarga.
Baca juga: Mobil operasional Diskominfo Jember terjun ke sungai akibat longsor
Baca juga: Dua orang luka akibat jalan menuju Air Terjun Madakaripura longsor
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































