Hibah global untuk pengembangan peternakan Dompu mulai September

4 weeks ago 18
Awal September 2026 ini akan dimulai pelaksanaan program hingga tahun 2031 mendatang.

Dompu (ANTARA) - Program hibah Global Environment Facility (GEF)-8 Food Systems Integrated Program (FSIP) Livestock untuk pengembangan sistem peternakan berkelanjutan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai dilaksanakan pada September 2026.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu Ilham mengatakan Dompu menjadi salah satu dari lima daerah di Indonesia yang menjadi sasaran program yang dilaksanakan melalui kolaborasi Food and Agriculture Organization (FAO), pemerintah pusat, dan pemerintah daerah tersebut.

“Awal September 2026 ini akan dimulai pelaksanaan program hingga tahun 2031 mendatang,” katanya kepada ANTARA, Selasa.

Ia mengatakan program tersebut diarahkan untuk membangun sistem peternakan yang terintegrasi, berkelanjutan, ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan peternak.

“Program ini fokus pada pemuliaan ternak, budidaya ternak, kesehatan ternak, agribisnis hingga distribusi,” ujarnya pula.

Menurut Ilham, pelaksanaan program pada tahun pertama akan lebih banyak diarahkan pada penguatan kapasitas dan pemberdayaan sumber daya manusia sebagai dasar pengembangan usaha peternakan pada tahap berikutnya.

“Tahun pertama akan difokuskan pada pemberdayaan SDM, kemudian tahun kedua dan ketiga lebih banyak pada pengembangan peternakannya,” katanya lagi.

Program GEF-8 FSIP Livestock merupakan bagian dari upaya transformasi sistem pangan agar lebih berkelanjutan, tangguh terhadap perubahan iklim, inklusif, dan rendah polusi.

Pendekatan tersebut mendorong perubahan dari sistem peternakan konvensional yang terfragmentasi menuju sistem peternakan terintegrasi dengan memperhatikan aspek produksi, rantai nilai, lingkungan, dan tata kelola.

Secara nasional, proyek GEF-8 FSIP Livestock Indonesia mendapat dukungan hibah sekitar Rp237,2 miliar untuk periode 2026-2031.

Program tersebut mencakup pengembangan praktik peternakan terpadu pada kawasan sekitar 275.000 hektare yang tersebar di Nusa Tenggara Barat, Lampung, dan Kalimantan Timur.

Selain Kabupaten Dompu, program tersebut menyasar Kabupaten Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Paser di Kalimantan Timur, serta Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Selatan di Provinsi Lampung.

Program tersebut menargetkan peningkatan kesejahteraan sekitar 50.000 keluarga petani serta penurunan dan penyerapan emisi lebih dari 10,8 juta ton karbon dioksida ekuivalen (CO2e).

Ilham mengatakan program tersebut juga mendorong penguatan rantai nilai dan akses pasar, peningkatan kapasitas peternak, inovasi, akses pembiayaan, serta keterlibatan pelaku usaha.

Kelompok peternak kecil, perempuan, dan kelompok rentan juga menjadi bagian dari sasaran program agar manfaat pengembangan sistem peternakan dapat dirasakan secara lebih luas.

Ia berharap program tersebut dapat memperkuat ekosistem usaha peternakan di Dompu dari hulu hingga hilir, sehingga tidak hanya meningkatkan produktivitas ternak, tetapi juga mendorong peningkatan pendapatan dan ketahanan ekonomi peternak.

Dengan pengembangan sistem peternakan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan, program tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing usaha peternakan sekaligus mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dan perubahan iklim.

Baca juga: RI terima hibah Rp4,6 triliun untuk eliminasi HIV dan TBC

Baca juga: Menkes: RI terima Rp11,4 triliun hibah kesehatan dari mitra global

Pewarta: Ady Ardiansah
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |