Wamenko Pangan: Penanganan karhutla harus dilakukan terukur-sistematis

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan (Wamenko Pangan) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dilakukan secara terukur dan sistematis.

“Kita wajib menggunakan semua strategi secara sistematis dan terukur sehingga perkembangan penanganan karhutla ini bisa kita maksimalkan, bisa kita padamkan, sehingga (potensi kekurangan) air bukan menjadi masalah utama,” kata Hanif usai rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, ia mengatakan hal ini penting mengingat fenomena El Nino memberikan dampak ke cuaca yang lebih panas dalam periode saat ini, sehingga menimbulkan potensi adanya kekeringan atau kekurangan air.

“Kita belum tahu kapan hujan akan turun, tapi proyeksi dari banyak expert, yang kita pelajari bersama, hujan diproyeksikan akan turun merata setelah bulan November,” kata Hanif.

“Ini tentu jangka panjang yang harus membuat kita semakin presisi dalam melakukan analisis kebakaran hutan dan lahan, tidak boleh lagi melalui pola-pola konvensional,” ujar dia menambahkan.

Wamenko Pangan mengatakan, selama ini pemerintah memang masih mengandalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya penanggulangan permanen dari karhutla.

“Selama ini kita mengharapkan OMC sebagai salah satu atau satu-satunya penanggulangan permanen karhutla. Hari ini dikoreksi oleh alam, pada saat tidak ada uap air, sehingga maka penanganan permanen adalah menyiapkan kesiapan landscape yang tahan kebakaran hutan dan lahan,” jelas Hanif.

Baca juga: Wamenko Pangan sebut penanganan karhutla Kalsel jadi prioritas

Baca juga: Hujan tiga hari beruntun, karhutla di TN Berbak & Sembilang berkurang

Di sisi lain, ia mengatakan, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan kini diharapkan bisa rampung dalam waktu 1-2 minggu ke depan, dengan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah/provinsi, asosiasi usaha, hingga masyarakat setempat.

“Dengan patroli itu kita harapkan api-api yang disengaja, api yang mungkin masih akan timbul, kita bisa cegah sebaik-baiknya, seteketat-ketatnya,” ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan pemerintah bersama para pemangku kepentingan terkait juga masing-masing melakukan kalkulasi terkait anggaran, alat-alat yang diperlukan, kebutuhan air, hingga sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan.

“Untuk anggaran, sekali lagi ini kan kita ‘keroyokan’ (sinergi), ya, kita mengundang semua unit usaha yang berada di Kalimantan Selatan. Jadi masing-masing akan mengkalkulasi,” kata Hanif.

“Kita merincikan, memberikan guidance, apa saja alat-alat yang diperlukan, kemudian berapa panjang selang, berapa unit pompa, berapa tenaga yang harus disiapkan, kemudian larutan apa yang untuk kemudian formulasi itu untuk mencegah menjalarnya api di lahan gambut,” tambahnya.

Baca juga: Prabowo pantau penanganan karhutla, sisa 209 hektare terus dipadamkan

Baca juga: Maskapai hentikan sementara penerbangan di Bandara Tjilik Riwut

Baca juga: Menhut dan Kepala BNPB berkantor di Kalteng kawal penanganan karhutla

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |