Pemkot Surabaya bantu IKM tembus pasar internasional

45 minutes ago 2

Surabaya (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kota Surabaya membantu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di kota setempat bisa menembus pasar internasional dengan menggelar Coaching Clinic Export.

Kepala Disperinaker Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro di Surabaya, Rabu, mengatakan coaching clinic atau bimbingan singkat ini untuk menyiapkan pelaku usaha yang ingin melakukan ekspor.

"Pemkot bekerja sama dengan Export Center Surabaya (ECS) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada kegiatan ini," katanya.

Ia mengatakan, terdapat 30 pelaku IKM yang mendapatkan pendampingan berupa kurasi produk yang akan diekspor ke luar negeri.

"Produk-produk mereka itu nantinya dikurasi. Nah, kurasi tersebut memerlukan ubahan teknik, misal kemasannya itu bagaimana kalau ekspor, kemudian tampilan produknya, hingga sertifikasinya harus bagaimana," tuturnya.

Hebi menjelaskan, pendampingan ini akan membantu para pelaku IKM untuk memenuhi prosedur kelayakan sesuai ketentuan ekspor serta diajarkan bagaimana cara menawarkan produk secara cepat dan menarik.

"Nah, ini kita bantu, kita dorong industri kecil menengah untuk memenuhi syarat-syarat ekspor. Yang mengkurasi nanti ya Export Center tadi, dia kan punya buyer-buyer (pembeli) dari luar negeri. Nanti oleh ITS diajarkan bagaimana menawarkan barang secara cepat dan membuat produk itu menarik," ucapnya.

Baca juga: ALFI dan Kadin Jatim komitmen dampingi UMKM rambah pasar ekspor

Baca juga: UMKM asal Surabaya bersaing di Jakarta Fair Kemayoran

Hebi menyebutkan, coaching clinic tersebut akan digelar berkelanjutan menyesuaikan klasifikasinya.

"Untuk industri kecil menengah yang baru mulai, dan sudah kawakan atau advance, bagaimana cara kita memberikan coaching clinic nya, perbaikan-perbaikan baik itu produk dan cara ekspornya," ucapnya.

Ia menjelaskan, pelaku IKM yang mengikuti coaching clinic kali ini bergerak di bidang industri makanan, fashion, home decor supaya para pelaku IKM memiliki produk yang sesuai dengan pasar luar negeri.

"Supaya tahu tata caranya bagaimana menawarkan produk, terus penawaran-penawaran itu nanti harganya berapa. Misal kalau harganya terlalu mahal itu juga akan diberikan coaching clinic oleh ITS caranya agar tidak terlalu mahal harganya,” ujarnya.

Guru Besar Departemen Teknik Sistem dan Industri (DTSI) ITS Prof. Maria Anityasari menyampaikan pihaknya menerjunkan ratusan mahasiswa untuk mendampingi para pelaku usaha secara langsung.

"Para mahasiswa diterjunkan sesuai dengan kelompok industri peserta, seperti pangan, fashion, atau home decor. Pendampingan yang spesifik ini diharapkan mampu memberikan solusi konkret bagi setiap tantangan yang dihadapi IKM," ujarnya.

Baca juga: Kemenperin hibahkan mesin untuk IKM di Surabaya

Baca juga: Magetan ekspor makanan olahan produksi enam UMKM ke Maladewa

Pewarta: Indra Setiawan
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |