Aljazair harapkan peningkatan investasi asal Indonesia di sektor migas

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Indonesia untuk Aljazair Yusron Ambary mengungkapkan Aljazair mengharapkan perusahaan energi Indonesia semakin terlibat dalam industri minyak dan gas bumi (migas) di negara Afrika Utara tersebut.

Komitmen terhadap investasi Indonesia tersebut mengemuka saat Yusron menemui Menteri Negara urusan Hidrokarbon Aljazair Mohamed Arkab dan Presiden Badan Nasional Peningkatan Nilai Hidrokarbon Aljazair (ALNAFT) Albdelkader Cherfaoui.

"Perluasan kerja sama tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat akses terhadap sumber daya strategis, mendukung ketahanan energi dan pangan, serta memperluas investasi perusahaan nasional di Afrika Utara," kata Dubes Yusron dalam keterangan yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu.

Pertemuan yang berlangsung pada Minggu (20/9) tersebut merupakan kelanjutan diplomasi energi KBRI Alger setelah pertemuan dengan CEO Sonatrach, perusahaan minyak dan gas nasional Aljazair, Nour Eddine Daoudi, pada 9 September.

Baca juga: Aljazair perluas kerja sama ekonomi usai putuskan hubungan dengan UEA

Dalam kesempatan tersebut, kedua petinggi energi Aljazair itu mengakui posisi Indonesia sebagai mitra strategis Aljazair di sektor energi.

Kepada Yusron, Menteri Negara Arkab mengundang Pertamina serta perusahaan-perusahaan swasta migas Indonesia untuk berinvestasi di Aljazair.

Arkab menyambut baik keikutsertaan Pertamina pada lelang ladang migas Algeria Bidding Round pada 2026 serta mengharapkan semakin banyak raksasa energi Indonesia mengikuti lelang tersebut pada 2027.

Dia turut mengundang Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama jajaran perusahaan energi Indonesia untuk berkunjung ke Aljazair dan menyaksikan langsung potensi ladang migas dan sumber energi lain di Aljazair.

Baca juga: Presiden Aljazair nyatakan siap prioritaskan investasi asal Indonesia

Sementara itu, Presiden ALNAFT mengusulkan suatu pertemuan khusus dengan mitra energi Indonesia agar mereka dapat memaparkan secara langsung potensi migas Aljazair, peluang investasi, serta regulasi yang berlaku, kata Yusron.

Dia pun berharap agar perusahaan energi Indonesia dapat semakin mempertimbangkan peluang investasi yang luas di Aljazair, serta KBRI Alger senantiasa siap menjembatani para pihak dari kedua negara.

"Hubungan antarnegara bukan hanya tentang membangun kepercayaan, tetapi juga membuka peluang, memperluas pasar, menciptakan lapangan kerja, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat kedua bangsa," ujar Yusron.

Selain migas, peluang kerja sama juga terbuka pada sektor sumber daya strategis lainnya, seperti fosfat. Terlebih, Aljazair memiliki cadangan fosfat nasional dengan nilai total diperkirakan mencapai 2,2 miliar ton.

Baca juga: RI dorong Aljazair dukung kerja sama migas, ekspansi bisnis Pertamina

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |