Hari kedua pencarian penumpang kapal terjatuh rute Situbondo-Madura

5 hours ago 3

Situbondo (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi, Jawa Timur, menyebut operasi SAR hari kedua terjatuhnya seorang penumpang kapal feri rute Pelabuhan Jangkar (Situbondo) menuju Pelabuhan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, masih belum membuahkan hasil.

Penumpang laki-laki atas nama Tohari (31) warga Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, itu terjatuh dari KMP Dharma Kartika saat bertolak dari Pelabuhan Jangkar sejauh sekitar 3,5 mil, pada Kamis (26/3) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Sejak pagi pukul 07.00 WIB, tim SAR gabungan telah melaksanakan briefing dan pembagian tugas sesuai rencana operasi, dan metode pencarian dilakukan secara maksimal melalui penyisiran permukaan laut menggunakan pola parallel search oleh tim laut dengan perahu karet dan KN Grantin, serta pencarian udara menggunakan drone thermal," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi, I Made Oka Astawa dalam keterangannya di Situbondo, Jumat.

Dia menyampaikan bahwa upaya pencarian korban terjatuh dari kapal feri itu terus dioptimalkan oleh seluruh potensi SAR yang ada, baik melalui jalur laut maupun udara untuk mempercepat proses penemuan korban.

Baca juga: Basarnas Banjarmasin cari dua pria diduga mencebur ke Sungai Martapura

Hingga pukul 17.00 WIB, kata Oka, tim SAR gabungan melaksanakan pencarian dengan hasil korban masih belum ditemukan, dan operasi SAR akan dilanjutkan kembali pada Sabtu (28/03) besok dengan pemantauan kondisi di lokasi kejadian.

Menurut Oka Astawa, dalam operasi pencarian korban itu melibatkan unsur SAR gabungan antara lain Tim Rescue Kansar Banyuwangi, Pos TNI AL Jangkar, Satpolairud Polres Situbondo, BPBD Situbondo, KSOP Kelas IV Panarukan, Tagana, potensi SAR, serta masyarakat setempat.

Dua menambahkan, kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan berawan dengan kecepatan angin berkisar 15-20 knot dari arah tenggara serta tinggi gelombang antara 0,2 hingga 0,8 meter, yang masih memungkinkan pelaksanaan operasi SAR.

"Kami mengimbau kepada seluruh pihak, khususnya masyarakat pesisir dan nelayan, apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban agar segera melaporkan kepada petugas terdekat," kata Oka Astawa.

Baca juga: Tim SAR gabungan cari dua pendaki hilang di Gunung Dako Tolitoli

Baca juga: Tim SAR evakuasi jasad penyelam asal Inggris di Gili Air Lombok Utara

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |