Gaya hidup medis bantu perbaiki kondisi pasien penyakit kronis

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) drg. Sally Salziah Sudrajat Sp.OM mengatakan penerapan gaya hidup medis (lifestyle medicine) terbukti dapat memperbaiki kondisi pasien dengan penyakit kronis sebesar 80 persen.

“Jadi di sini bukti menunjukkan bahwa 80 persen penyakit kronis dapat dicegah dan dikembalikan ke kondisi awal dengan gaya hidup sehat berdasarkan pilar-pilar dari lifestyle medicine,” kata Sally dalam acara pembukaan pameran penyintas kanker di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan lifestyle medicine adalah suatu ilmu pendekatan medis yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti sebagai modalitas utama untuk mengobati, mengelola dan membalikkan berbagai penyakit terkait gaya hidup.

Baca juga: YKI peringati Hari Kanker Sedunia dengan gelar pameran seni

Penyakit kanker merupakan penyakit kronis yang ditimbulkan oleh kebiasaan atau pola hidup yang sudah melalui proses panjang dan bertahun-tahun. Sally mengatakan pengobatan jangka panjang pada terapi kanker tidak dapat optimal tanpa disertai dengan perubahan pola hidup.

Salah satu pengaruh dari gaya hidup medis dapat menurunkan ketergantungan obat dan mengurangi efek samping pengobatan.

Nutrisi yang optimal juga dapat mengubah kondisi penyakit pasien sebesar 40 persen, dengan perubahan konsumsi makanan ke plant based atau makanan sumber alami serta pola diet yang benar.

Baca juga: Kejadian kanker usus besar 30 persen terjadi di bawah usia 40 tahun

“Semua menilai bahwa diet itu adalah mengurangi kalori, misalnya karbo ya. Kok saya nggak kurus-kurus? Sebetulnya dari nutritional science itu menyampaikan bahwa diet itu terdiri dari pola makan, apa yang dimakan, cara makan, waktu makan dan frekuensi makan, itu semua berpengaruh pada proses perubahan pola hidup,” katanya.

Dengan pola makan yang benar, akan mencegah terjadinya lonjakan glukosa dan menjaga insulin untuk tetap menyebarkan gula ke seluruh tubuh. Jika insulin tidak mengantarkan glukosa kepada sel untuk mengubah gula menjadi energi, maka glukosa akan mengalir ke darah dan bisa terjadi diabetes.

Ia mengatakan permasalahan kanker bisa dicegah dengan upaya preventif dan edukasi perubahan pola hidup perorangan tidak hanya yang sakit namun juga pada yang sehat sedari dini.

“Jadi kita harus mulai mampu untuk berubah, pola hidup kita, if you change nothing, nothing will change,” kata Sally.

Baca juga: Menkes: Jangan takut deteksi dini kanker, kini kanker bisa sembuh

Baca juga: Memahami kanker, memahami manusia

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |