Etana dukung penguatan pengobatan onkologi untuk pasien kanker

2 days ago 1

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan farmasi Etana menghadirkan rangkaian portofolio produk biologi onkologi yang strategis bagi pasien kanker di Indonesia agar pengobatan dapat dicapai secara luas dan berkelanjutan.

Direktur Strategic Partnership & Business Development Etana, Randy Stevan dalam keterangan pers yang diterima, Senin mengatakan inovasi Etana di bidang onkologi bertujuan untuk memastikan bahwa setiap pasien di Indonesia, terlepas dari keunikan kondisi klinis mereka, memiliki akses terhadap terapi bioteknologi berkualitas tinggi yang diproduksi secara lokal.

"Kami ingin memberikan harapan baru bagi pejuang kanker melalui solusi yang aman, efektif, dan terjangkau, demi meningkatkan kualitas hidup serta masa depan keluarga Indonesia,” tegasnya.

Baca juga: Etana raih izin edar untuk produk onkologi kanker payudara dari BPOM

Etana mendukung ketersediaan terapi inovatif untuk kanker di antaranya Bevagen® (Bevacizumab) pertama yang diproduksi secara lokal di Indonesia, Etapidi® (Tislelizimab – Anti PD1), Brukinsa® (Zanubrutinib – Anti BTK), Hernera® (Neratinib Maleate – TKI) merupakan terapi kanker yang saat ini sulit tersedia di Indonesia dengan harga yang lebih terjangkau.

Etana meyakini bahwa menghadapi tantangan kanker memerlukan langkah nyata dan sinergi lintas sektor.

Sebagai langkah konkret, PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) dalam momentum peringatan World Cancer Day (WCD) 2026 bertajuk “United By Unique”, memperkuat kemitraan strategis dengan Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), organisasi profesi yang menjadi garda terdepan dalam edukasi dan tata laksana kanker di tanah air.

Baca juga: Etana dan CanSino resmikan uji klinik fase 1 vaksin inhalasi TBC

Sejalan dengan semangat inovasi berbasis riset, Etana terus mengembangkan solusi bioteknologi onkologi yang presisi. Etana percaya bahwa kolaborasi erat dengan komunitas medis, khususnya para klinisi di bawah naungan POI, akan mempercepat adopsi teknologi medis terbaru dalam praktik klinis sehari-hari.

"Dukungan dari mitra industri seperti Etana sangat krusial, terutama dalam memfasilitasi forum diskusi strategis seperti Sarasehan WCD ini serta memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Sinergi ini merupakan kunci untuk memperkuat kebijakan pelayanan kanker yang berorientasi sepenuhnya pada keselamatan pasien," kata Ketua Umum Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Dr. dr. Cosphiadi Irawan, SpPD-KHOM.​​​​​​​

Baca juga: Etana-UGM perkuat ekosistem bioteknologi kesehatan di IBS 2025

Etana secara proaktif mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan, diagnosis, hingga terapi kanker. Fokus ini menjadi sangat relevan mengingat tantangan di negara berkembang seperti Indonesia, yang meliputi keterbatasan akses layanan kesehatan, ketimpangan fasilitas antarwilayah, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini.

Kehadiran produk-produk ini mempertegas posisi Etana sebagai produsen biofarmasi yang berfokus pada solusi kesehatan berkualitas tinggi di dalam negeri.

Baca juga: Etana kembangkan obat berbahan halal untuk atasi pembekuan darah

Baca juga: Etana ditetapkan jadi laboratorium pusat unggulan pengembangan vaksin

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |