ESDM ingatkan potensi bahaya erupsi magmatik Gunung Awu-Sulut 

2 weeks ago 8

Manado (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan potensi bahaya erupsi magmatik eksplosif Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut).

"Erupsi magmatik eksplosif dapat menghasilkan lontaran material pijar dan/atau aliran piroklastik, erupsi magmatik efusif yang menghasilkan aliran lava, maupun erupsi freatik yang didominasi uap, gas gunung api maupun material erupsi sebelumnya," kata Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam laporan aktivitas Gunung Awu yang diterima di Manado, Selasa.

Dalam laporan aktivitas periode 16 – 31 Desember 2025, potensi pembongkaran kubah lava dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan.

Baca juga: Badan Geologi: Waspada potensi erupsi Gunung Awu di Sulut

Potensi bahaya lain berupa hembusan gas vulkanik yang dapat membahayakan jiwa jika konsentrasi yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman.

Dalam laporan tersebut, aktivitas kegempaan Gunung Awu didominasi gempa vulkanik dangkal dan gempa tektonik jauh.

Terekam sebanyak 204 kali gempa vulkanik dangkal dengan rata-rata 12 kejadian per hari, enam kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa tektonik lokal, dua kali gempa terasa dengan intensitas I – II skala MMI, dan sebanyak 288 kali gempa tektonik jauh.

Jumlah gempa vulkanik dangkal yang masih di atas normal mengindikasikan proses magmatik dan akumulasi tekanan masih terus berlangsung di kedalaman dangkal.

Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya retakan atau pelepasan tekanan pada batuan di dekat permukaan, sehingga perlu diwaspadai.

Dari hasil pengamatan visual dan instrumental menunjukkan aktivitas magmatik di Gunung Awu masih terjadi secara aktif.

Meskipun kondisi kegempaan yang fluktuatif, dengan masih terekamnya gempa vulkanik dangkal dalam jumlah di atas normal, aktivitas magma masih cukup tinggi dan perlu diwaspadai.

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental serta potensi ancaman bahaya Gunung Awu, tingkat aktivitas hingga tanggal 31 Desember 2025, masih ditetapkan pada Level II (Waspada).

Baca juga: Badan Geologi: 306 gempa vulkanik dangkal guncang Gunung Awu Sulut

Baca juga: Badan Geologi catat 348 gempa vulkanik dangkal Gunung Awu di Sangihe

Beberapa rekomendasi yang harus dilakukan, yaitu masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak beraktivitas di dalam wilayah radius tiga km dari pusat kawah Gunung Awu.

Masyarakat diajak mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, serta tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Awu.

Diharapkan juga mengikuti arahan dari instansi yang berwenang, yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB, BMKG, kementerian/lembaga, pemda, dan instansi terkait lainnya.

Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |