Eksotis bahari Maratua,warisan laut bagi Nusantara

5 hours ago 2
Menjelajahi Maratua bukan sekadar menikmati liburan, melainkan juga merasakan kebanggaan atas keindahan sekaligus kedaulatan wilayah terluar Indonesia.

Berau (ANTARA) - Meresapi keanggunan laut Nusantara serasa merenungi betapa agung karya Sang Pencipta yang terpancar melalui warisan bahari dengan segala keindahan biotanya yang tetap terjaga. Pesona itu begitu terasa ketika menginjakkan kaki di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Di garis terluar sebelah utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), membentang sebuah pulau yang dihuni sekitar empat ribu jiwa dan dikelilingi hamparan pirus bening Laut Sulawesi.

Pulau Maratua, bagian dari kawasan konservasi Kepulauan Derawan, bukan sekadar benteng geografis di tapal batas negara, melainkan laboratorium alam bahari yang menyimpan pesona tak bertepi.

Luas daratan Pulau Maratua mencapai sekitar 384 kilometer persegi, sementara wilayah perairannya membentang hingga 3.735 kilometer persegi.

Berada di kawasan Gugusan Kepulauan Derawan yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Maratua tampil sebagai permata surga tropis yang memikat siapa saja yang menapakkan kaki di atas pasir putihnya.

Bentuk pulau yang menyerupai huruf U atau bulan sabit menciptakan laguna luas dengan pantai yang tenang di bagian dalam, sementara sisi luarnya berhadapan langsung dengan laut dalam yang kaya keanekaragaman hayati.

"Perpaduan ekosistem karst darat dan terumbu karang bawah laut menjadikan Maratua sebagai salah satu destinasi wisata bahari berkelas dunia," kata Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Muhammad Faisal.

Berkunjung ke Maratua belum lengkap tanpa menjelajahi goa-goa air payau, berenang bersama penyu laut, hingga menyaksikan pusaran ribuan ikan di kedalaman laut.

Baca juga: Aneka rasa dalam keindahan wisata alam Biduk-Biduk, Berau

Baca juga: Menyelam dalam air jernih Gua Halo Tabung di Maratua

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |