Ekonom Brasil: Pembatasan perdagangan oleh AS percepat fragmentasi ekonomi

1 month ago 26

Sao Paulo (ANTARA) - Tarif dan hambatan perdagangan yang diterapkan oleh Amerika Serikat (AS) mengganggu rantai pasokan global dan berpotensi mendorong ekonomi dunia menuju fragmentasi yang lebih dalam pada 2026, ujar ekonom Brasil Luis Paulino dalam sebuah wawancara dengan Xinhua.

Langkah proteksionis dan penarikan diri dari multilateralisme yang dilakukan oleh Washington diperkirakan akan memicu friksi perdagangan yang berkepanjangan, sehingga membebani pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global, tutur Paulino, yang merupakan profesor di Universitas Negeri Sao Paulo sekaligus direktur Institut Konfusius di universitas tersebut.

Paulino menyatakan bahwa dampaknya sudah mulai dirasakan di AS, di mana penerapan tarif secara luas telah meningkatkan biaya hidup, terutama bagi rumah tangga berpendapatan rendah.

"Tarif pada dasarnya merupakan pajak atas impor yang umumnya dibayar oleh konsumen dan perusahaan," ujarnya.

Secara global, pembatasan perdagangan sedang mengganggu rantai pasokan, meningkatkan biaya produksi, dan menambah tekanan inflasi, demikian peringatan dari profesor tersebut.

Dia juga menyoroti pergeseran struktural di mana perusahaan-perusahaan merelokasi produksi mereka ke negara-negara yang secara politik sejalan atau dianggap "lebih aman," sebuah proses yang menurutnya memerlukan investasi besar dan memakan waktu bertahun-tahun untuk dirampungkan.

Ke depannya, Paulino memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 secara umum tetap sejalan dengan pertumbuhan pada 2025. Dia juga menyoroti China sebagai pendorong pertumbuhan utama.

Target pertumbuhan China yang ditetapkan sekitar 5 persen untuk tahun ini "kemungkinan besar dapat dicapai," tuturnya, sembari menambahkan bahwa kebijakan makroekonomi China dapat membantu menopang kondisi global.

Kendati demikian, Paulino memperingatkan meningkatnya sengketa perdagangan, melemahnya sistem perdagangan berbasis aturan, dan risiko inflasi berkepanjangan dapat terus memperlambat ekspansi ekonomi global.

Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |