Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Barat menyediakan layanan pengurusan dokumen yang hilang milik korban kebakaran di Jalan Tomang Banjir Kanal, Gang Pelita 08 RT 08/RW 04 Jatipulo, Palmerah.
"Dukcapil akan mengeluarkan penggantian KTP, Kartu Keluarga dan Akte Kelahiran. Bisa langsung dilaporkan di posko kami yang sudah buka dari pagi hari ini, dari jam 08.00 WIB," ujar Kepala Sektor Dukcapil Palmerah, Nia Ulfa.
Nia kepada pers di lokasi kebakaran tersebut pada Senin, mengatakan, pengurusan dokumen yang hilang itu dilakukan dalam waktu sehari.
"Di posko ini kita data dulu warga yang kehilangan. Kemudian kita urus di kantor kelurahan (Jatipulo). Kita butuh PM1 dari lurah dulu," kata Nia.
KTP dan Kartu Keluarga (KK) dapat langsung diterbitkan. Sedangkan untuk Akte Kelahiran mesti dibuatkan surat keterangan hilang terlebih dahulu oleh pihak Kepolisian.
Baca juga: 50 rumah terdampak kebakaran di Palmerah Jakarta Barat
Hingga kini, kata Nia, terdapat 125 kepala keluarga atau 350 orang yang terdampak kebakaran tersebut. "Kita bakal buka pelayanan selama satu minggu ke depan," katanya.
Dewi, salah satu korban kebakaran di lokasi tersebut mengaku seluruh harta serta rumahnya ludes dilalap kebakaran.
"Hangus semua, enggak ada sisa, termasuk surat-surat juga," kata Dewi sembari terduduk lesu di meja Posko Dukcapil.
Hingga kini, Dewi bersama lima anggota keluarganya serta ratusan korban lainnya masih mengungsi di tenda yang disediakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.
Sebelumnya, warga mendengar dentuman besar sebelum kebakaran melanda permukiman di Jalan Tomang Banjir Kanal, Gang Pelita 08, Kelurahan Jatipulo RW 04, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, pada Minggu (16/11) sore.
Baca juga: Arus pendek listrik picu kebakaran rumah di Asrama Polri Kramat Jati
Ternyata itu berasal dari kabel SUTET dan transmisi yang putus di RT 6, di atas rumah warga. "Putus, terus mengarah ke sini," kata Ketua RW 04 Kelurahan Jati Pulo, Maulana Sani kepada wartawan.
Seketika itu kebakaran terjadi di sejumlah titik di lingkungan RW 04. "Tiba-tiba asap membesar dari rumah warga di RT 9. Dari kabel, percikan apinya bikin kebakaran langsung di banyak titik," katanya.
"Makanya kita kebingungan juga menanganinya, titiknya di mana-mana. Di sini dimatikan, di sana ada lagi," katanya.
Karena menduga kebakaran terjadi akibat percikan api dari kabel Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), Maulana segera menghubungi PLN agar aliran listrik di wilayah tersebut dimatikan.
"Yang mengurus SUTET itu dari Cawang dan Tebet, tolong pastikan kabel yang jatuh dan saat ini masih di atas rumah warga itu tidak ada aliran listriknya. Takutnya ada kebakaran susulan, makin parah nanti," katanya.
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































