Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan data gabungan laporan Puskesmas dan Rumah Sakit hingga Minggu (30/8) tercatat 3.990 menderita inpeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Diauddin, mengatakan dari jumlah tersebut, sebanyak 3.506 kasus berasal dari Puskesmas dan 484 kasus dilaporkan oleh Rumah Sakit. Data itu merupakan laporan mingguan yang terus dihimpun dan dipantau untuk melihat perkembangan kasus ISPA di setiap wilayah.
“Data ini merupakan data mingguan sementara yang berasal dari gabungan laporan Puskesmas dan Rumah Sakit. Karena sifatnya mingguan, data terus kami pantau dan evaluasi untuk melihat perkembangan kasus ISPA di Kalimantan Selatan,” katanya di Banjarbaru, Selasa.
Dia menjelaskan, berdasarkan sebaran kabupaten/kota, kasus sementara tertinggi tercatat di Banjarmasin sebanyak 988 kasus, disusul Banjarbaru (670), Hulu Sungai Tengah (405), Banjar (391) dan Barito Kuala (287), Hulu Sungai Selatan (244), Tanah Laut (218), Kotabaru (210), Tabalong (181), Tanah Bumbu (135), Tapin (102), Balangan (81) dan Hulu Sungai Utara 78 kasus.
Dia menegaskan, tingginya laporan kasus di suatu wilayah tidak serta-merta menunjukkan kondisi yang sama pada wilayah lainnya.
Oleh karena itu, pemantauan dilakukan secara berkala dengan melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh kabupaten/kota.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita memastikan masyarakat yang mengalami gejala mendapatkan pelayanan kesehatan dan penanganan yang sesuai. Kami juga terus melakukan pemantauan melalui fasilitas kesehatan agar apabila ditemukan peningkatan kasus, dapat segera dilakukan respons,” kata Diauddin.
Baca juga: BKOM Kalsel imbau masyarakat gunakan masker hindari dampak Karhutla
Baca juga: Dinkes Pontianak siapkan ruang oksigen seiring peningkatan kasus ISPA
Pewarta: Imam Hanafi
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































