Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Selatan menargetkan sekitar 650 ribu warga menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang terintegrasi dengan skrining tuberkulosis (TB) sepanjang tahun 2026.
"Target kami tahun ini sekitar 650.000 warga dapat dilakukan pemeriksaan secara keseluruhan," kata Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo di RPTRA Kampung Perigi di Jakarta, Selasa.
Syafrin mengatakan program tersebut merupakan salah satu upaya untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan sekaligus menemukan kasus TB sedini mungkin.
Menurut dia, TB bukan hanya persoalan kesehatan, tapi juga menyangkut persoalan masyarakat.
Jika salah satu pasien TB tidak teridentifikasi dengan baik, potensi penularannya sangat masif, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitarnya.
Maka itu, untuk memperluas akses masyarakat, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan menyiapkan 631 titik lokasi pemeriksaan yang tersebar di berbagai wilayah.
Menurut Syafrin, pemeriksaan tidak hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, tetapi juga di lokasi yang dekat dengan permukiman warga, seperti Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).
Setiap lokasi ditargetkan dapat menjangkau sekitar 100 warga sehingga cakupan pelayanan kesehatan dapat lebih luas, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk mengakses fasilitas kesehatan.
"Melalui upaya cek kesehatan gratis yang dikombinasikan dengan penanggulangan TB, kita bisa langsung mengidentifikasi dan kemudian memberikan penanganan tindak lanjut," ujarnya.
Syafrin menambahkan penanggulangan TB tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Oleh karenanya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menggerakkan camat, lurah, RT, RW, kader Posyandu hingga Dasawisma untuk menyosialisasikan pentingnya pemeriksaan kesehatan dan skrining TB kepada masyarakat.
Ia pun mengimbau masyarakat agar proaktif memanfaatkan layanan CKG yang telah disediakan.
"Lebih baik kita melakukan pemeriksaan sejak dini. Jika ada potensi TB, penanganan dapat dilakukan secara serius dan lengkap sesuai prosedur yang ada," kata Syafrin.
Dengan demikian, melalui pemeriksaan dini, masyarakat diharapkan tidak menunggu hingga mengalami sakit yang berpotensi memerlukan pengobatan lebih panjang serta mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Kepulauan Seribu perkuat tracing TB melalui CKG
Baca juga: Pemkot Jaktim targetkan 591 ribu anak ikut CKG Sekolah 2026
Baca juga: CKG sekolah di Jaktim kerap temukan siswa bertekanan darah tak normal dan anemia
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































