Jakarta (ANTARA) - Kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, disebut menjadi salah satu area hunian yang kerap dikaitkan dengan tren “quiet luxury” atau konsep kemewahan yang hadir tanpa tampil mencolok, seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas hidup dan kenyamanan lingkungan.
Director JSI Group sekaligus President Director PT Jantra Swarna Dipta Chandra Asali mengatakan kawasan Dharmawangsa memiliki karakter yang relatif stabil dan tumbuh secara bertahap sehingga menjadi salah satu lokasi yang banyak diminati kelompok masyarakat tertentu.
“Dharmawangsa bukan kawasan yang dibentuk oleh tren, tetapi berkembang matang oleh waktu. Karakternya terjaga dan menawarkan suasana yang lebih tenang di tengah dinamika Jakarta,” kata Chandra dalam keterangan pers, Senin.
Baca juga: Pelaku properti sebut tren gen Z lirik hunian mewah
Ia menyebutkan Dharmawangsa juga memiliki akses strategis ke sejumlah pusat aktivitas di Jakarta, termasuk kawasan ritel, fasilitas kesehatan, institusi pendidikan internasional, hingga pusat kebugaran yang berada di sekitarnya.
Selain itu, area Wijaya dan Dharmawangsa disebut berkembang sebagai salah satu lokasi dengan komunitas internasional, termasuk komunitas Korea, yang mendorong tumbuhnya berbagai layanan penunjang kebutuhan harian.
Keterangan tersebut juga menyebutkan adanya pengembangan hunian vertikal baru di kawasan Dharmawangsa, yakni proyek apartemen Savyavasa yang berlokasi di Jalan Dharmawangsa Raya.
Baca juga: Pengembang investasi Rp300 miliar bangun properti di Bali
Proyek itu dikembangkan melalui kolaborasi JSI Group dan Swire Properties serta dirancang oleh sejumlah konsultan desain internasional. Pengembang menyatakan sekitar 70 persen lahan proyek dialokasikan untuk ruang terbuka hijau, dengan total 402 unit hunian.
Fasilitas yang disiapkan antara lain area olahraga, kolam renang, spa, serta ruang bermain anak, dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan yang diklaim telah meraih sertifikasi Green Mark Gold.
Dalam rilis tersebut, kelangkaan lahan di kawasan Dharmawangsa disebut menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan itu masih dinilai memiliki daya tarik bagi pasar hunian premium di Jakarta Selatan.
Baca juga: Kota Jababeka tawarkan hunian multiguna seharga Rp600 juta
Baca juga: Tren smart living dorong permintaan hunian di kawasan premium
Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































