Bogor, Jawa Barat (ANTARA) - Dewan Energi Nasional mengkaji pemanfaatan tangki yang tidak aktif atau tangki ‘idle’ untuk memperkuat Cadangan Penyangga Energi (CPE) nasional sebagai solusi dengan biaya yang tidak terlalu tinggi.
“Kami lagi memikirkan, mungkin, ya, tangki-tangki yang idle bisa dimaksimalkan,” ujar Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha ketika ditemui di Universitas IPB, Bogor, Jawa Barat, Rabu.
Peningkatan kapasitas cadangan energi nasional dengan mendongkrak kapasitas storage minyak mentah di Indonesia telah menjadi salah satu strategi jangka menengah untuk mewujudkan ketahanan energi.
Satya menargetkan agar peningkatan cadangan energi nasional dari yang semula 18–21 hari, dapat menjadi minimal 30 hari.
Oleh karena itu, DEN melakukan kajian pemanfaatan tangki tak terpakai untuk disulap menjadi pendukung cadangan energi nasional.
Bagi Satya, pemanfaatan tangki tersebut merupakan solusi penguatan cadangan energi nasional dengan biaya yang tidak terlalu tinggi apabila dibandingkan dengan membuat storage baru.
"Itu yang kita pikirkan karena itu yang paling tidak cost-nya tidak terlalu besar," ucapnya.
Selain itu, Satya juga mempertimbangkan pemanfaatan tangki milik Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang masa pakainya sudah habis dan menjadi milik negara.
“Yang di hulu, yang milik daripada KKKS yang mungkin sudah menjadi milik negara. Itu juga kami pikirkan,” kata Satya.
Terkait dengan pembangunan infrastruktur CPE yang baru, Satya menyampaikan sedang mengkaji regulasi yang mengatur ihwal CPE.
DEN berupaya untuk melibatkan sektor swasta dalam penguatan CPE, sehingga pengadaan tangki tidak sepenuhnya bergantung kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kami lagi mengkaji perpres (peraturan presiden) yang ada. Kami pikirkan apakah keterlibatan swasta bisa atau tidak untuk membangun storage ini. Karena kalau perpres yang ada, ini murni kekuatan APBN,” ucap Satya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan membangun storage atau penyimpanan minyak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sumatera untuk menambah Cadangan Penyangga Energi (CPE) nasional.
Bahlil menyampaikan bahwa rencana untuk membangun storage minyak di Sumatera sedang dalam tahapan studi kelayakan atau feasibility study (FS). Pembangunan storage minyak itu, lanjut dia, nantinya akan menambah cadangan penyangga energi nasional.
Terkait dengan rencana ASEAN yang akan membangun storage hub minyak untuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Bahlil menawarkan Indonesia untuk menjadi lokasi pembangunannya.
Akan tetapi, apabila tidak disepakati pun, Indonesia tetap akan membangun storagenya di Sumatera.
Baca juga: DEN minta warga hemat BBM demi tekan impor di tengah krisis global
Baca juga: Pemerintah percepat revisi Perpres Cadangan Penyangga Energi
Baca juga: Pemerintah utamakan kepentingan rakyat di tengah gejolak energi global
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































