China desak AS dan Iran tahan diri usai saling serang

2 hours ago 1

Beijing (ANTARA) - Pemerintah China menyatakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran setelah kedua pihak kembali terlibat aksi saling serang.

"China sangat prihatin atas perkembangan terbaru terkait Iran. Pihak-pihak terkait perlu tetap tenang dan menahan diri," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (10/6).

Lin meminta semua pihak menghentikan eskalasi konfrontasi dan mengambil langkah nyata untuk meredakan situasi.

"Kami meminta para pihak berpegang pada cara politik dan diplomatik untuk menyelesaikan perselisihan serta berupaya mewujudkan gencatan senjata yang komprehensif dan langgeng secepatnya," ujarnya.

AS melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Iran selatan pada Rabu (10/6) dini hari. Media Iran melaporkan sejumlah lokasi di Provinsi Hormozgan menjadi sasaran serangan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan negara-negara Teluk bertanggung jawab mencegah wilayah mereka digunakan AS sebagai basis serangan terhadap Iran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menuduh AS berulang kali melanggar gencatan senjata dan menghambat upaya diplomatik melalui perubahan sikap serta tuntutan yang terus berubah.

Ia juga menuduh Israel menghambat diplomasi melalui pelanggaran gencatan senjata yang berulang di Lebanon.

Sementara itu, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan pasukan AS telah menyelesaikan serangan terhadap Iran sebagai balasan atas serangan terhadap helikopter Apache milik Amerika.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan helikopter AH-64 Apache milik Amerika yang jatuh di lepas pantai Oman ditembak jatuh oleh Iran.

Baca juga: China desak AS dan Iran patuhi gencatan senjata
Baca juga: Iran janjikan hak istimewa bagi China, Rusia saat lintasi Selat Hormuz

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |