Chili, Argentina, Bolivia, Peru sepakati kerja sama mineral strategis

2 hours ago 1

Istanbul (ANTARA) - Chili, Argentina, Bolivia, dan Peru, Kamis (27/8), menandatangani deklarasi bersama untuk memperkuat kerja sama regional terkait mineral strategis, khususnya tembaga dan litium, menurut laporan media setempat.

Deklarasi tersebut bertujuan untuk mendorong investasi yang bertanggung jawab, memperkuat rantai pasok regional, serta memperdalam kerja sama tentang informasi geologi, regulasi, dan pengembangan teknologi.

Menurut laporan tersebut, keempat negara berupaya memanfaatkan kekayaan mineral mereka dan memperkuat posisi sebagai pemasok global untuk sumber daya yang dianggap krusial bagi transisi energi dan industri strategis lainnya.

Menteri Ekonomi dan Pertambangan Chili, Daniel Mas, menyatakan bahwa peningkatan permintaan terhadap transisi energi dan perkembangan kecerdasan buatan (AI) dapat meningkatkan permintaan global akan mineral kritis sebesar 400 persen hingga 600 persen dalam satu dekade mendatang, menurut laporan media setempat.

Sekretaris Pertambangan Argentina, Luis Lucero, menyoroti potensi geologi kawasan tersebut dan mengatakan bahwa empat negara tersebut dapat memperkuat peran mereka dalam produksi tembaga global melalui proyek-proyek pertambangan jangka panjang.

Baca juga: G7 luncurkan aliansi mineral kritis, kurangi ketergantungan ke China

Wakil Menteri Kebijakan, Regulasi, dan Pengawasan Pertambangan Bolivia, Walter Landivar, menuturkan tantangan regional yang dihadapi adalah "mengubah sumber daya mineral menjadi peluang bagi produksi bernilai tambah lebih tinggi, pembangunan ekonomi, dan integrasi teknis."

Deklarasi itu menetapkan mekanisme kerja sama yang mencakup informasi geologi, kebijakan pertambangan, standar regulasi, dan kriteria pengawasan, sekaligus mengupayakan koordinasi yang lebih erat di antara empat negara itu.

Para pemerintah empat negara tersebut juga sepakat membentuk kelompok kerja guna mengembangkan inisiatif bersama di berbagai sidang, termasuk penelitian geologi, pelatihan khusus, dan pengembangan sumber daya manusia untuk sektor pertambangan.

Baca juga: Akhir era mineral murah dan perebutan ulang kendali industri global

Kesepakatan itu juga mendorong kerja sama dengan lembaga-lembaga multilateral untuk mencari dukungan teknis dan finansial bagi proyek-proyek yang berkaitan dengan mineral strategis.

Chili, sebagai produsen tembaga terbesar di dunia, dan Argentina memiliki cadangan tembaga yang signifikan, sementara Bolivia memiliki salah satu cadangan litium terbesar di dunia. Peru juga termasuk dalam jajaran produsen tembaga terkemuka dunia.

Deklarasi itu muncul di tengah upaya berbagai negara untuk mengamankan pasokan mineral kritis yang dibutuhkan bagi teknologi energi terbarukan, kendaraan listrik, baterai, dan industri maju.

Kesepakatan itu mencerminkan meningkatnya upaya negara-negara Amerika Selatan untuk mengoordinasikan kebijakan pertambangan dan menarik investasi seiring dengan terus meningkatnya permintaan global akan tembaga, litium, dan mineral strategis lainnya.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Indonesia-Chile perkuat kerja sama mineral kritis hingga kesehatan

Baca juga: AS siap kerja sama dengan ASEAN dalam ekonomi digital, energi, mineral

Baca juga: Prancis, Greenland sepakat perkuat kerja sama mineral kritis

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |