Jakarta (ANTARA) - Putri Sulung Wakil Presiden RI ke-13 Ma'ruf Amin, Siti Ma'rifah menyampaikan pentingnya membangun budaya membaca yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peluncuran bedah buku dan seminar literasi nasional bertajuk “Bersama Kutubuku: Mengunyah Buku, Melahap Ilmu” di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Rabu.
"Menumbuhkan minat baca itu bisa dimulai dari keluarga sebagai role model, misalnya di era digital ini tentu kita harus menyasar khususnya generasi Milenial, generasi Z, dan generasi Alpha bagaimana bisa melahirkan tokoh-tokoh hebat, serta membiasakan membaca dan menulis, itu hal yang tidak bisa dipisahkan karena buku adalah jendela dunia," katanya.
Siti juga menekankan pentingnya membuat aktivitas membaca sebagai wisata yang menyenangkan sehingga dapat mengembalikan minat membaca generasi muda terhadap buku.
"Nah, bagaimana mulai dari keluarga sebagai role model sampai tingkat pendidikan dan masyarakat yang lebih besar, bagaimana membaca ini menjadi sebuah wisata, karena wisata itu tidak hanya ke tempat-tempat yang indah, tetapi bagaimana kita nanti menyediakan ruang-ruang wisata buku, literasi buku, atau wisata membaca sehingga ini menarik generasi muda sesuai eranya, yang dilengkapi dengan digitalisasi," paparnya.
Komisaris Utama PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah itu juga mengutarakan pentingnya perusahaan membiasakan budaya membaca di lingkungan kerja melalui program-program kreatif.
"Kebetulan kami juga sudah membiasakan di dalam perusahaan itu, kami juga melahirkan buku-buku, menulis buku. Mungkin pernah dengar juga ada CEO mengajar, jadi bagaimana budaya untuk mengaplikasikan ilmu dan membiasakan membaca ini menjadi sebuah lifestyle (gaya hidup). Budaya membaca dan menulis itu juga yang nantinya bisa diimplementasikan untuk membangun peradaban," tuturnya.
Siti Ma'rifah juga merupakan salah satu kontributor dalam buku berjudul "Kutubuku" tersebut. Gagasannya kemudian ditulis oleh empat penulis buku itu yakni Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Komaruddin, Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Joko Santoso, Cendekiawan STIAMI Antoni Ludfi Arifin, serta Dosen dan Penulis Buku Joko Nugroho.
Baca juga: IPI: Penguatan budaya baca tak boleh sekadar selebrasi
Baca juga: Bakti Perpusnas dorong ASN turun ke masyarakat perkuat budaya baca
Baca juga: Perpusnas: KKN Tematik Literasi gerakkan budaya baca komunitas lokal
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































