BPS nilai Program MBG berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi 2025

2 hours ago 1
kontribusi Program MBG tercermin baik dari sisi pengeluaran maupun dari sisi lapangan usaha

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025.

BPS melaporkan secara kumulatif ekonomi Indonesia pada 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (ctc).

Dalam pencatatan tersebut, seluruh aktivitas ekonomi yang terjadi di dalam negeri, termasuk yang dipicu oleh pelaksanaan program MBG turut diperhitungkan.

"Dalam mencatat pertumbuhan ekonomi tentunya seluruh aktivitas yang ada dalam perekonomian Indonesia dicatat oleh BPS, termasuk aktivitas ekonomi yang tercipta akibat program makan bergizi gratis (MBG)," kata Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Amalia menjelaskan kontribusi Program MBG tercermin baik dari sisi pengeluaran maupun dari sisi lapangan usaha.

Program tersebut mendorong aktivitas ekonomi melalui peningkatan konsumsi sekaligus pergerakan sektor-sektor usaha yang terlibat dalam rantai penyediaannya.

"Dari sisi lapangan usaha, Program MBG memberikan nilai tambah di beberapa sektor antara lain untuk penyediaan makan dan minuman, dan ini terangkum dalam data pertumbuhan ekonomi kami," tambah Amalia.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 2,62 persen dan tumbuh sebesar 4,98 persen.

Selanjutnya, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) berkontribusi 1,58 persen dengan pertumbuhan 5,09 persen.

Komponen net ekspor juga memberikan andil sebesar 0,74 persen, dengan pertumbuhan signifikan mencapai 7,03 persen. Kinerja ini didorong oleh peningkatan nilai ekspor barang nonmigas serta ekspor jasa.

Sementara dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi 1,07 persen dan tumbuh 5,30 persen.

Disusul dengan sektor perdagangan yang tercatat pertumbuhan 5,49 persen dengan kontribusi 0,72 persen, sedangkan sektor pertanian tumbuh 5,33 persen dan berkontribusi 0,60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun BPS mencatat nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia atas dasar harga konstan (ADHK) sepanjang 2025 mencapai Rp13.580,5 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp23.821,1 triliun.

Sementara itu, pada triwulan IV 2025, nilai PDB ADHK mencapai Rp3.474 triliun dan PDB ADHB sebesar Rp6.147,2 triliun. Pada periode tersebut, ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen secara tahunan (yoy) dan 0,86 persen secara kuartalan (qtq).

Baca juga: BPS catat 95 dari 100 orang angkatan kerja sudah memiliki pekerjaan

Baca juga: BPS: Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 tertinggi pascapandemi COVID

Baca juga: BPS: Ekonomi RI tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |