Yogyakarta (ANTARA) - BPJS Kesehatan melakukan deteksi dini terhadap potensi penyakit kronis, melalui skrining kesehatan dengan capaian hingga 16 Mei 2026 tercatat 10,4 juta peserta atau melampaui target tahun ini 6,6 juta orang.
Deputi Direksi Wilayah VI BPJS Kesehatan Rahmad Asri Ritonga di Magelang, Rabu, mengatakan langkah akselerasi tersebut selain untuk deteksi dini potensi penyakit kronis, juga menekan pembengkakan biaya pelayanan kesehatan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dari total capaian tersebut, tercatat 4.967.525 peserta atau 49,46 persen terdeteksi memiliki risiko kesehatan.
"Jadi hasil dari skining ada yang memiliki risiko kesehatan dan tidak memiliki risiko kesehatan," katanya.
Meski capaian skrining melampaui target, kata dia, tindak lanjut peserta ke fasilitas kesehatan masih rendah, karena baru 2.284.456 peserta berisiko atau 45,99 persen yang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), dari target ideal nasional 75 persen.
Baca juga: BPJS Kesehatan "Goes to Campus" tumbuhkan kesadaran pentingnya JKN
Untuk mengoptimalkan angka kehadiran, BPJS Kesehatan kini menerapkan sistem pengingat digital berkala berupa WhatsApp Blast langsung ke gawai peserta yang terdeteksi berisiko.
Selain penyakit fisik, Rahmad menyoroti tren peningkatan gangguan kesehatan mental di kalangan generasi muda produktif, yakni sekitar 40 persen peserta terindikasi mengalami tekanan psikologis.
Ia menegaskan seluruh penanganan kesehatan mental ditanggung penuh oleh program JKN, mulai dari layanan psikolog di FKTP hingga rujukan ke dokter spesialis jiwa di rumah sakit.
BPJS Kesehatan memberikan pengecualian seluruh jenis pelayanan medis akibat tindakan upaya bunuh diri tidak masuk dalam daftar kompensasi yang dijamin JKN dan secara nasional.
Rahmad menambahkan BPJS Kesehatan mencatat hampir 60 juta penduduk Indonesia telah melakukan skrining riwayat kesehatan pada 2025 dan masyarakat diimbau memperbarui data kesehatan satu kali dalam setahun.
Baca juga: Menkes: Rp20 triliun untuk kelangsungan BPJS Kesehatan tunggu Perpres
Baca juga: BPJS Kesehatan perkuat layanan JKN lewat Forum Serasi bersama pengawas
Pewarta: Nur Istibsaroh
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































