Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyatakan komitmen memfasilitasi akses pasar produk turunan perkebunan seperti kelapa sawit, kelapa, dan kakao serta memberdayakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perkebunan melalui program hilirisasi, pelatihan kewirausahaan.
Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah menyatakan fokus utama dari program-program pemberdayaan BPDP untuk meningkatkan nilai citra positif perkebunan.
Salah satunya, tambah dia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa melalui peningkatan nilai tambah produk UMKM dengan memanfaatkan limbah sawit menjadi produk yang bernilai dan berkelanjutan.
"BPDP juga menargetkan peningkatan nilai penjualan produk UMKM perkebunan. Tujuannya, UMKM perkebunan bisa lebih mandiri dan nilai jual masing-masing produknya semakin tinggi," katanya.
Menurut dia meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi produk ramah lingkungan menjadi stimulus dari beragam kerajinan dan produk UMKM berbasis limbah komoditas perkebunan ramah lingkungan yang sudah berhasil diproduksi pelaku UMKM.
Upaya promosi produk-produk UMKM perkebunan yang ramah lingkungan tersebut, lanjutnya, tidak hanya dilakukan secara mandiri oleh pelaku UMKM, tetapi juga didukung secara masif melalui program promosi BPDP.
Helmi menyebutkan salah satu wujud fasilitasi program promosi BPDP untuk UMKM perkebunan tersebut yakni melalui partisipasi dalam kegiatan INACRAFT ke-26, "Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft" pada 4 – 8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Dalam kegiatan ini, BPDP memfasilitasi UMKM binaan yang bergerak di industri kreatif berbasis turunan kelapa sawit, yaitu Cambiacraft Indonesia, menonjolkan produk kriya berbahan lidi sawit seperti sandal, lampu hias, hingga alat musik dan lukisan dekoratif dari produk samping komoditas perkebunan yang ramah lingkungan.
Kemudian Jayanti Batik serta Smart Batik Indonesia, menghadirkan beragam batik berupa kain, baju, hingga payung batik dengan menggunakan malam atau lilin berbahan minyak sawit yang ramah lingkungan.
Partisipasi BPDP dalam kegiatan INACRAFT, tambah Helmi untuk mempromosikan kebaikan dari komoditas perkebunan yang meliputi tiga produk yaitu kelapa sawit, kelapa, dan kakao.
Presiden dalam salah satu amanatnya menyampaikan bahwa sawit itu adalah miracle crop, lanjutnya, jadi BPDP juga akan terus mendorong kelapa sawit dari sisi pengembangannya bagi masyarakat, terutama UMKM berbasis perkebunan.
"Dengan pengembangan UMKM ini, masyarakat dapat menikmati hasil produknya secara langsung," ujarnya.
Dikatakannya, pemberdayaan juga dapat berfokus pada pengrajin perempuan di sektor perkebunan seperti kegiatan membatik yang dilakukan oleh perempuan guna mendorong inovasi produk kriya yang estetik dan berkelanjutan.
"Membatik menjadi kegiatan positif yang produktif dan berpotensi memberikan penghasilan tambahan sebagai bentuk pemberdayaan bagi perempuan," katanya.
Direktur Jayanti Batik Sri Nasifah menilai fasilitas BPDP untuk kegiatan INACRAFT sangat bermanfaat karena bisa membuka pasar yang lebih luas bagi produk UMKM.
"Melalui partisipasi pada INACRAFT, UMKM perkebunan juga mendapatkan akses langsung ke pembeli internasional dan nasional sehingga dapat memperluas jangkauan pasar," katanya.
Baca juga: BPDP Kemenkeu fokus peremajaan 5.000 ha kebun kakao
Baca juga: BPDP sebut biodiesel penopang ketahanan energi nasional
Baca juga: BPDP siapkan lima pendekatan percepat program PSR
Pewarta: Subagyo
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































