BNPB: 70 unit huntara korban banjir di Pidie Jaya mulai dibangun 

1 month ago 22
...Pembangunan dikerjakan TNI dan bahan bakunya sedang dalam perjalanan

Banda Aceh (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebanyak 70 unit hunian sementara (huntara) korban banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, mulai dibangun.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan pembangunan huntara di daerah tersebut tersebar di tiga lokasi.

"Pembangunan dimulai dengan pembersihan lahan. Pembangunan dikerjakan TNI dan bahan bakunya sedang dalam perjalanan. Pengerjaan bangunan mulai beberapa hari mendatang," katanya.

Abdul Muhari menyebutkan huntara tersebut dibangun di lahan 1,66 hektare. Ke-70 unit huntara tersebut diperuntukkan untuk 350 keluarga korban banjir bandang.

Dari tiga titik huntara tersebut, kata dia, dua titik dibangun di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua. Masing-masing titik dibangun 17 unit huntara untuk 85 keluarga dengan luas lahan mencapai 3.500 meter persegi.

"Sedangkan satu titik lagi di Desa Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, dibangun 36 unit huntara untuk 180 keluarga dengan luas lahan mencapai 9.500 meter persegi," kata Abdul Muhari.

Baca juga: BNPB libatkan warga dalam sosialisasi pembangunan huntap di Sumut

Abdul Muhari mengatakan huntara di Kabupaten Pidie sebanyak 12 unit juga sudah mulai dikerjakan. Laham huntara yang dibangun menggunakan tanah desa di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse.

"Pembiayaan pembangunan huntara tersebut menggunakan belanja tidak terduga atau BTT Pemerintah Kabupaten Pidie," kayanya.

Sedangkan di Kabupaten Bener Meriah, kata dia, pembangunan huntara diusulkan di lima titik yang tersebar di lima kecamatan dengan luas lahan mencapai 8,4 hektare. Rencana pembangunan masih dalam pengkajian lahan terkait mitigasi bencana dan kepemilikan lahan.

"Begitu juga di kabupaten kota terdampak bencana lainnya di Aceh, seperti Kabupaten Gayo Lues, mengusulkan lahan untuk huntara seluas lima hektare di 13 titik, Kabupaten Aceh Tengah juga 13 titik, dan Kabupaten Aceh Tamiang satu titik," kata Abdul Muhari.

Baca juga: BNPB: Pemkab Aceh Tamiang usulkan 10 hektare lahan untuk huntara

Baca juga: Prabowo perintahkan hunian sementara di Sumatera segera rampung

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |