BMKG: Waspadai potensi terjadinya banjir dampak hujan di pegunungan

3 hours ago 2

Medan (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor dampak hujan yang terjadi di pegunungan dan kawasan pesisir barat Sumatera Utara pada Minggu (22/2).

"Waspadai potensi hujan dengan intensitas sedang di wilayah pesisir barat dan pegunungan Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor," kata Prakirawan BBMKG WIlayah I, Talin, di Medan, Sabtu.

Secara umum cuaca di Sumatera Utara untuk Minggu (22/2) pagi diprakirakan cerah berawan dan berpotensi hujan ringan di beberapa wilayah, seperti di Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli tengah, Labuhanbatu Utara, Langkat, Nias Selatan, Labuhan Batu, dan Mandailing Natal.

Sementara pada siang hari diprakirakan cerah berawan dan berpotensi hujan ringan di Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Padanglawas Utara, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Tapanuli tengah, Tapanuli Utara, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Langkat, Mandailing Natal, Nias Selatan, dan Padang Lawas.

Baca juga: Sedia payung, BMKG: Sebagian besar wilayah RI diguyur hujan pada Sabtu

Pada malam hari cerah berawan dan hujan ringan di Dairi, Humbang Hasundutan, Karo, Padanglawas Utara, Pakpak Bharat, Tapanuli Selatan, Tapanuli tengah, Tapanuli Utara, Toba, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Langkat, Mandailing Natal, Nias Selatan, dan padang Lawas.

Suhu udara rata-rata 13 hingga 32 derajat Celcius, kelembaban 74-100 persen dan angin berhembus dari barat ke barat daya 4 hingga 14 km per jam.

Sementara Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Indah Riandiny Puteri menyebutkan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan barat Sumatera Utara, perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, perairan timur Kepulauan Nias, perairan Kepulauan Batu, dan Samudera Hindia barat Kepulauan Nias.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari timur laut hingga timur dengan kecepatan angin berkisar 6 - 30 knot, sedangkan wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 6 - 30 knot.

Nelayan yang menggunakan perahu kecil diminta waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, demikian juga dengan kapal tongkang harus meningkatkan kewaspadaan jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Baca juga: BMKG: Tujuh kabupaten di Jateng berstatus siaga curah hujan tinggi

Pewarta: Juraidi
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |