BMKG deteksi 113 titik panas di Provinsi Riau

3 hours ago 1

Pekanbaru, (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi 113 titik panas di Provinsi Riau dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Pelalawan yang mencapai 60 titik.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Sanya G menyampaikan bahwa selain Pelalawan sebaran titik panas ada di Kabupaten Bengkalis (26), Inderagiri Hilir (9), Kota Dumai (9), Rokan Hilir (9), dan Kepulauan Meranti (1). Data tersebut berdasarkan pembaruan data hingga pukul 07.00 WIB, Rabu.

"Kondisi ini menjadi perhatian seiring prakiraan cuaca di Riau yang masih didominasi cerah hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang bersifat lokal," katanya di Pekanbaru, Rabu.

Sementara di Pulau Sumatera terdeteksi 170 titik panas dengan Provinsi Riau yang paling banyak. Kemudian disusul Kepulauan Riau (20), Aceh (20), Kepulauan Bangka Belitung (9), Jambi (3),serta Sumatera Selatan dan Sumatera Barat masing-masing satu.

Baca juga: BMKG: Tiga bibit siklon tropis tingkatkan potensi cuaca signifikan

Setelah melewati masa banjir di sejumlah wilayah, Provinsi Riau kini mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Memasuki awal Februari 2026, beberapa titik api terpantau muncul di berbagai daerah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mencatat sedikitnya enam kabupaten dan kota telah terdampak karhutla. Sebagian kebakaran berhasil ditangani dengan cepat, meskipun di beberapa lokasi petugas gabungan masih terus melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau Jim Ghafur mengatakan penetapan status siaga darurat di tingkat kabupaten dan kota dinilai sangat strategis. Pasalnya, untuk menetapkan status siaga darurat karhutla di tingkat provinsi, minimal harus ada tiga daerah yang terlebih dahulu menetapkan status serupa.

Baca juga: BMKG: Waspada hujan yang bisa picu bencana di sebagian Sumut pada Rabu

“Oleh karena itu, kami terus mendorong daerah-daerah yang rawan atau sudah mengalami karhutla agar mempertimbangkan penetapan status siaga, terutama jika potensi kebakaran semakin meningkat,” ujarnya

Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |