Lebak (ANTARA) - Sebanyak 19 rumah warga dan satu mushalla di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, terdampak pergerakan tanah akibat cuaca ekstrem yang ditandai curah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.
"Semua warga di sini masih siaga, karena khawatir kondisi rumah ambruk," kata Ketua Rukun Warga (RW) 03 Desa Cigoong Utara Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak, Kojles saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Ahad.
Pergerakan tanah itu terjadi di wilayahnya pada Kamis (22/1) malam setelah dilanda hujan cukup deras di dua RT Marga Mulya Desa Cigoong Utara Kabupaten Lebak.
Sebanyak 19 unit rumah warga yang terdampak kebanyakan kondisi bangunannya retak-retak dan hanya satu warga yang mengungsi ke anaknya, akibat kondisinya rumah hampir roboh.
"Kami sekarang memfokuskan keselamatan dan setiap hari siaga, karena khawatir terjadi cuaca ekstrem lagi," kata Kojles.
Baca juga: Pergerakan tanah di Kabupaten Serang rusak 54 rumah warga
Baca juga: BPBD: Pergerakan tanah terus terjadi di area sinkhole Limapuluh Kota
Ahmad, warga Cigoong Utara Kabupaten Lebak mengatakan, kondisi rumah miliknya mengalami retak-retak bagian tembok sehingga khawatir roboh.
"Pergerakan tanah itu tentu warga waspada karena khawatir terjadi bencana susulan," katanya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengatakan, pihaknya akan melakukan pendataan jumlah rumah warga yang terdampak pergerakan tanah.
"Kami setelah melakukan asesmen, nantinya dilaporkan ke pimpinan yakni sekda untuk ditindaklanjuti," katanya.
Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































