Basarnas: Rekaman langkah kaki kopilot ATR rekaman beberapa bulan lalu

2 weeks ago 4
...Dari pihak keluarga juga sudah memahami

Jakarta (ANTARA) - Kepala Basarnas Mohammad Syafii meluruskan bahwa rekaman langkah kaki yang terdeteksi pada "smartwatch" milik Kopilot Pesawat ATR 42-500 Muhammad Farhan Gunawan merupakan rekaman pada beberapa bulan lalu saat mengunjungi Yogyakarta.

"Kami dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan, bahkan Tim Siber ikut juga, ini setelah dikonfirmasi ternyata itu adalah rekaman beberapa bulan yang lalu pada saat yang bersangkutan jalan-jalan di Jogja," kata Syafii dalam rapat bersama Komisi V DPR RI di Komplesk Parlemen, Jakarta, Selasa.

Hal itu pun, kata dia, telah disampaikan pada pihak keluarga Farhan.

"Dari pihak keluarga juga sudah memahami, dan kita juga memahami perasaan keluarga, makanya itu di-broadcast," kata dia.

Sebelumnya, beredar di media mengenai keterangan dari kerabat Kopilot Farhan yang mendeteksi langkah pria itu melalui smartwatch. Pihak keluarga yang mengecek smartwatch milik korban menemukan rekaman pergerakan langkah kaki Farhan.

Baca juga: Wamen KKP pastikan kawal keluarga korban pesawat ATR 42-500

Saat ini, Basarnas terus memaksimalkan periode waktu krusial atau golden time pencarian dengan penuh harapan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi.

Syafii melaporkan tim petugas gabungan selama empat hari masa operasi SAR menghadapi kondisi yang tidak mudah, seperti lokasi kejadian yang berada di medan yang sangat ekstrem berupa tebing curam berkedalaman sekitar 500 meter dari puncak yang berketinggian lebih dari 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kondisi tersebutlah yang membuat tim membutuhkan teknik pencarian dan evakuasi khusus, baik bagi tim SAR darat maupun udara menggunakan armada helikopter dan pesawat Caracal.

"Tantangan terbesar adalah kondisi cuaca dan alam yang sangat ekstrem kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi,” ucapnya.

Syafii lalu mengajak masyarakat mendoakan keselamatan tim petugas gabungan yang tengah bertugas mencari dan mengevakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), dengan medan ekstrem.

Baca juga: BMKG ungkap ada awan Cumulonimbus di Maros saat kecelakaan pesawat ATR

Baca juga: Prajurit Marinir dikerahkan bantu proses evakuasi pesawat ATR 42-500

Baca juga: Basarnas paparkan Operasi SAR hari ke-4 pencarian pesawat ATR

Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |