Bandara Samarinda lanjutkan layanan enam rute perintis ke daerah 3TP

3 weeks ago 11

Samarinda (ANTARA) - Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda memastikan keberlanjutan aksesibilitas ke wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) Kalimantan Timur dengan mengoperasikan kembali enam rute penerbangan perintis pada tahun 2026.

"Kontrak subsidi angkutan udara perintis tahun anggaran 2026 ini sudah berlaku efektif mulai 5 Januari hingga 31 Desember mendatang dengan menggandeng operator Smart Aviation," kata Kepala Badan Layanan Umum (BLU) UPBU Kelas I APT Pranoto I Kadek Yuli Sastrawan di Samarinda, Jumat.

Kadek memaparkan bahwa enam rute vital yang dilayani meliputi penerbangan pulang pergi (PP) dari Samarinda menuju Long Ampung, Datah Dawai, Muara Wahau, dan Maratua, serta rute koneksi antar-wilayah seperti Datah Dawai-Melak dan Maratua-Berau.

Frekuensi penerbangan diatur bervariasi sesuai kebutuhan daerah, mulai dari empat kali seminggu untuk rute padat Samarinda-Long Ampung dan Samarinda-Datah Dawai, hingga satu kali seminggu untuk rute Maratua-Berau.

Baca juga: Kemenhub buka rute angkutan perintis hingga ke pulau terluar Aceh

"Masyarakat akan dilayani menggunakan armada pesawat jenis Grand Caravan C208-B berkapasitas 12 kursi penumpang yang memberikan fasilitas bagasi tercatat cuma-cuma seberat 10 kilogram dan tambahan bagasi kabin 5 kilogram," papar Kadek.

Terkait mekanisme pembelian tiket, pihak bandara menerapkan sistem pembelian langsung di loket atau pemesanan via telepon kepada petugas di tiap bandara karena kendala jaringan internet yang belum merata di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan. (3TP).

Kadek menjelaskan bahwa Smart Aviation kembali terpilih melalui mekanisme e-purchasing, karena menawarkan harga terbaik serta memiliki rekam jejak operasional yang lancar dan memuaskan pada pelaksanaan penerbangan perintis tahun sebelumnya.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |