Jakarta (ANTARA) - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) mempertahankan peringkat ‘AAA’ (Triple A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) atas manajemen risiko dan stabilitas finansial perusahaan.
Peringkat itu berlaku baik untuk Standalone Rating (Peringkat Berdiri Sendiri) maupun Final Rating (Peringkat Akhir).
“Pencapaian ini adalah hasil konsistensi seluruh insan Peruri dalam menjaga integritas dan performa perusahaan,” kata Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Hasil ini didasarkan pada evaluasi data komprehensif serta laporan keuangan audit per 31 Desember 2025.
Baca juga: Pefindo proyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen yoy pada 2026
Peruri mempertahankan peringkat ini dalam tiga tahun berturut-turut sejak pertama kali mengikuti proses pemeringkatan.
“Sejak awal kami dipantau oleh Pefindo, peringkat AAA ini tidak pernah lepas. Hal ini memberikan kepercayaan diri tinggi bagi kami untuk terus melanjutkan transformasi bisnis,” tambahnya.
Selain peringkat AAA, Peruri juga mendapatkan predikat Tingkat Kesehatan dengan kategori “Sangat Sehat.”
Perusahaan meyakini hasil tersebut mencerminkan keberhasilan manajemen dalam mengelola seluruh entitas bisnis di bawah naungan Peruri Group, mulai dari perusahaan induk hingga anak dan cucu perusahaan, melalui penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta efisiensi operasional yang ketat.
Baca juga: Pefindo yakin penerbitan obligasi tetap ramai meski rupiah volatile
Dwina mengatakan Peruri saat ini tidak lagi hanya berperan sebagai perusahaan percetakan uang dan dokumen sekuriti, tetapi telah memperluas kapabilitasnya menjadi perusahaan teknologi berkeamanan tinggi yang komprehensif.
Peruri juga memperkuat lini layanan digital security. Inovasi ini mencakup solusi tanda tangan digital (Peruri Sign) dan stempel digital (Peruri Tera), serta menjalankan penugasan strategis dalam mempercepat transformasi digital pemerintah.
“Melalui pencapaian ini, Peruri berkomitmen untuk terus berinovasi, menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, dan memastikan keberlanjutan bisnis yang sehat demi mendukung kedaulatan serta pertumbuhan ekonomi nasional di era digital,” tuturnya.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































