Kupang, NTT (ANTARA) - Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur (NTT) siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat promosi pariwisata daerah guna memperluas pemasaran destinasi di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
"ASITA NTT membuka diri untuk berkolaborasi dalam seluruh festival yang diselenggarakan di kabupaten dan kota di NTT. Kami siap terlibat jika Dinas Pariwisata mengundang kami untuk mendukung promosi dan pemasaran," kata Ketua ASITA NTT Oyan Kristian di Kupang, Rabu, dalam Rapat Koordinasi Sinkronisasi Kegiatan Pariwisata NTT.
Oyan Kristian yang hadir dalam Rakor Pariwisata bersama para kepala dinas pariwisata kabupaten/kota se-NTT serta para mitra pelaku pariwisata, menegaskan bahwa ASITA tidak mempermasalahkan pembiayaannya, termasuk apabila harus menanggung biaya sendiri untuk mengikuti berbagai festival daerah itu.
Selain itu, ASITA NTT mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk bersama-sama menggelar kembali Komodo Travel Mart yang sempat ditunda pada 2025 dan 2026 akibat efisiensi anggaran.
Baca juga: ASITA: Festival Lamaholot perkuat wisata berkelanjutan NTT
"Kami berharap Komodo Travel Mart dapat kembali digelar pada 2027 melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Saya juga mengusulkan agar penyelenggaraannya dipusatkan di Sumba dengan melibatkan empat kabupaten di wilayah tersebut," ujarnya.
Komodo Travel Mart merupakan ajang yang mempertemukan pelaku industri pariwisata untuk mempromosikan paket wisata dan destinasi NTT kepada pasar nasional maupun internasional.
Oyan mengatakan ASITA NTT juga menyiapkan berbagai bentuk kolaborasi promosi, salah satunya melalui kerja sama dengan jaringan hotel Archipelago Group, seperti Aston, Neo, dan Harper, yang memiliki properti di NTT.
“Melalui jaringan ini, promosi destinasi NTT dapat dilakukan di Jakarta, Surabaya, dan Bali tanpa membutuhkan biaya besar,” katanya.
Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































