AS pertimbangkan kehadiran permanen CIA di Venezuela

1 week ago 10

Washington (ANTARA) - Pemerintahan Trump merencanakan kehadiran permanen Badan Intelijen Pusat (Central Intelligence Agency/CIA) di Venezuela menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, menurut laporan CNN pada Selasa (27/1).

Mengutip sumber-sumber yang mengetahui proses tersebut, laporan CNN itu menyebutkan bahwa Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) akan menjadi perwakilan diplomatik utama di Venezuela, sedangkan pemerintahan Trump kemungkinan besar akan sangat mengandalkan CIA untuk memulai proses masuk kembali, mengingat situasi politik dan keamanan di Venezuela.

"Negaralah yang menancapkan bendera, tetapi CIA yang benar-benar memiliki pengaruh," ujar salah satu sumber yang dikutip.

Dalam jangka pendek, para pejabat AS dapat beroperasi dari sebuah kantor cabang CIA sebelum pembukaan kedutaan besar resmi sehingga mereka dapat mulai menjalin kontak informal dengan anggota berbagai faksi di negara yang kaya minyak tersebut serta menargetkan pihak ketiga yang berpotensi menjadi ancaman, kata sumber itu.

Sebelumnya pada bulan ini, Direktur CIA John Ratcliffe, pejabat senior AS pertama yang mengunjungi Venezuela pascapenangkapan Maduro, telah melangsungkan pertemuan dengan penjabat presiden Venezuela Delcy Rodriguez serta para pemimpin militer Venezuela.

Dalam kunjungan itu, Ratcliffe dilaporkan memperingatkan bahwa Venezuela tidak lagi dapat menjadi "tempat perlindungan yang aman" bagi musuh-musuh AS.

Secara luas, dilaporkan bahwa agen-agen CIA terlibat erat dalam operasi penangkapan yang menargetkan Maduro. Personel badan tersebut telah ditempatkan di Venezuela beberapa bulan sebelumnya untuk melacak pergerakan Maduro.

Penilaian intelijen CIA juga disebut turut membentuk keputusan kebijakan AS terkait kepemimpinan Venezuela pasca-Maduro.

Meski peran intelijen semakin meluas, sejumlah sumber mengatakan kepada CNN bahwa para pejabat AS masih menunggu arahan yang lebih jelas dari Gedung Putih mengenai bagaimana mereka akan "mengelola" Venezuela pascapenangkapan Maduro.

Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |