Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih memberikan apresiasi tinggi atas langkah Presiden Prabowo Subianto yang memutuskan untuk menambah anggaran dana riset nasional menjadi Rp12 triliun.
“Kenaikan signifikan ini menunjukkan pemahaman mendalam Presiden bahwa pembangunan sebuah negara yang maju harus memiliki landasan riset yang kuat dan teruji,” kata pria yang akrab disapa Fikri itu di Jakarta, Sabtu.
Keputusan strategis itu diambil oleh Presiden usai menggelar pertemuan tatap muka dengan 1.200 rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi. Dari pertemuan tersebut, Presiden memutuskan anggaran dana riset yang semula dialokasikan sebesar Rp8 triliun, mendapatkan tambahan sekitar Rp4 triliun sehingga totalnya mencapai Rp12 triliun.
Menurut Fikri, hal itu merupakan sebuah inisiatif yang menjadi budaya baru bernilai positif dalam tata kelola pemerintahan yang berbasis data dan keilmuan. Pertemuan antara Presiden dengan ribuan pimpinan perguruan tinggi tersebut pun dinilai oleh Fikri sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan kaum intelektual.
“Tradisi komunikasi langsung antara kepala negara dan pimpinan akademisi sangat krusial agar informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan dapat tersampaikan secara utuh dan transparan kepada para pemikir bangsa," ujarnya.
Hal itu, kata dia melanjutkan, sejalan dengan peran strategis akademisi dalam konsep kolaborasi pentahelix yang melibatkan unsur akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media dalam pembangunan nasional.
Fikri lalu menegaskan bahwa forum semacam itu tidak boleh hanya menjadi acara seremonial, melainkan juga harus diformat sedemikian rupa agar menjadi sarana komunikasi dua arah yang efektif. Ia berharap para pimpinan perguruan tinggi diberikan ruang yang luas untuk memberikan masukan konstruktif secara langsung kepada Presiden.
“Masukan dari para pakar ini sangat dibutuhkan untuk memastikan arah kebijakan negara tetap berada di jalur yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” kata legislator dari daerah pemilihan (dapil) IX Jawa Tengah yang meliputi Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes itu.
Fikri juga menyampaikan bahwa Komisi X DPR RI memandang komitmen itu sebagai angin segar bagi dunia pendidikan tinggi untuk terus berinovasi memberikan sumbangsih terbaik bagi kemajuan bangsa.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa tambahan anggaran riset merupakan bukti nyata besarnya amanat yang diberikan Presiden kepada dunia pendidikan tinggi, khususnya para peneliti dan guru besar, agar berkontribusi signifikan dalam mendorong kemajuan bangsa ke depan.
Mengenai teknis penganggaran, Brian menjelaskan bahwa pembahasan rinci mengenai skema dan penyaluran dana tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara.
Baca juga: Istana: Pemerintah bentuk tim kaji keterhubungan kampus-dunia kerja
Baca juga: BRIN: Kenaikan dana riset diarahkan ke pangan, energi hingga industri
Baca juga: Di hadapan para rektor, Prabowo tambah dana riset total jadi Rp12 T
Pewarta: Tri Meilani Ameliya
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































