2,4 juta wisatawan kunjungi Kota Tua sepanjang 2025

2 weeks ago 7

Jakarta (ANTARA) - Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua mencatat sebanyak 2.413.445 wisatawan telah mengunjungi kawasan wisata yang berada di Jakarta Barat itu sepanjang 2025.

Rinciannya, pengunjung lokal sebanyak 2.346.426 orang dan wisatawan mancanegara sebesar 67.019 orang.

“Tren kunjungan menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan pada tahun 2025 dibanding tahun sebelumnya,” kata Kepala UPK Kota Tua, Denny Aputra dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Menurut Denny, tingginya jumlah pengunjung turut dipengaruhi beragam kegiatan, sehingga menjadi daya tarik utama yang mendorong masyarakat untuk datang kembali ke Kota Tua.

“Selain itu, kepastian layanan bagi pengunjung juga menjadi faktor penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman selama berwisata,” kata dia.

Baca juga: 34.976 pengunjung padati Kota Tua pada malam tahun baru

Baca juga: Kota Tua galang dana bencana Sumatra lewat QRIS saat Tahun Baru

Denny menjelaskan, Kota Tua Jakarta rutin menghadirkan berbagai aktivitas berbasis seni, budaya, sejarah, dan komunitas yang terbuka untuk publik dalam beberapa waktu terakhir.

Penataan kawasan yang lebih tertib, penguatan fungsi museum, ruang publik yang ramah pengunjung, serta peningkatan koordinasi layanan antarpengelola turut berkontribusi dalam menjaga kualitas pengalaman wisata.

“Upaya ini sejalan dengan pendekatan pengelolaan kawasan yang tidak hanya berorientasi pada jumlah pengunjung, tetapi juga pada keberlanjutan dan kualitas layanan,” ucapnya.

Dia berharap tren positif ini dapat terus terjaga melalui konsistensi aktivasi kawasan dan peningkatan layanan publik dalam rangka mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

“Dengan dukungan berbagai pihak, Kota Tua diharapkan tidak hanya menjadi tujuan wisata, tetapi juga ruang interaksi budaya yang hidup dan relevan bagi masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara,” kata Denny.

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |