Lubuk Basung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mencatat sebanyak 170 Kepala Keluarga (KK) mengungsi akibat banjir dan tanah longsor melanda Kecamatan Tanjung Raya pada Rabu malam.
"170 KK itu mengungsi ke SD, masjid, rumah keluarga, dan rumah tetangga," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Kamis.
Ia mengatakan ke 170 KK dengan jumlah jiwa sekitar ratusan orang itu tersebar di Nagari/Desa Koto Kaciak sebanyak 90 KK dan Nagari Sungai Batang 50 KK akibat rumah mereka terendam banjir sekitar 40-60 centimeter, sebagai dampak meluapnya Sungai Asam dan Sungai Tumayo setelah curah hujan cukup tinggi.
Saat ini kondisi banjir sudah menyusut dan warga mulai membersihkan rumahnya dari material banjir.
Selain itu warga di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, ada 30 KK mengungsi akibat tanah longsor.
Baca juga: Hujan deras, belasan rumah warga Agam terendam banjir 50-80 cm
"Mereka dievakuasi oleh tim gabungan berasal dari BPBD Agam, Polres Agam, PMI, Basarnas, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, dan warga," katanya.
Ia menambahkan material tanah longsor juga menimbun tiang listrik sehingga lampu padam sekitar lokasi.
Selain itu material tanah longsor menimbun satu mobil minibus. Sementara sopir beserta satu penumpang berhasil menyelamatkan diri secara mandiri sebelum kejadian.
Material tanah longsor, lanjutnya, juga menimbun ruas jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung-Bukittinggi, tepatnya di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, yang menutupi jalan dengan panjang sekitar 50 meter dan tinggi sekitar 1,5 meter.
Baca juga: BPBD Agam: Warga mengungsi tersisa 3.221 orang
"Pembersihan material tanah longsor sedang berlangsung dengan mengerahkan alat berat," katanya.
Curah hujan cukup tinggi juga mengakibatkan meluapnya air Sungai Batang Balok, setelah dam sementara bobol akibat luapan air sungai di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, sehingga air meluap ke ruas jalan Maninjau ke Sungai Batang dan menggenangi SDN 09 Bancah.
Masyarakat telah berupaya melakukan pemasangan dam secara manual di titik yang jebol dengan menumpuk material batu dan kayu agar aliran air tetap di aliran sungai.
Banjir juga merendam dua rumah di Siguhuang, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, akibat meluapnya Sungai Batang Siguhuang.
Baca juga: BPBD Agam: Kerugian bencana hidrometeorologi capai Rp6,5 triliun
Pewarta: Altas Maulana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































