1.620 KK penyintas banjir di Aceh Utara terima DTH

6 days ago 5

Banda Aceh (ANTARA) - Sebanyak 1.620 kepala keluarga (KK) penyintas banjir bandang dan tanah longsor yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara menerima dana tunggu hunian (DTH) seraya menunggu pembangunan hunian tetap (huntap).

“Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil hari ini telah menyerahkan DTH secara simbolis kepada penyintas banjir dan selanjutnya proses pencairan dilakukan langsung ke rekening masing-masing penerima manfaat melalui Bank Syariah Indonesia (BSI),” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara Muntasir Ramli dihubungi dari Banda Aceh, Kamis.

Menurut dia, penyintas banjir yang menerima DTH tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya, Baktiya Barat, Bandar Baro, Dewantara, Langkahan, Meurah Mulia, Muara Batu, Nibong, Nisam, Sawang, Seuneddon, Syamtalira Aron, Tanah Jambo Aye, dan Tanah Luas.

Baca juga: Pemkab Nagan Raya percepat persiapan lahan huntap untuk korban banjir

Ia menyebutkan total anggaran yang dialokasikan untuk penyaluran DTH bagi penyintas banjir di 14 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara tersebut sebesar Rp2,9 miliar dengan masing-masing kepala keluarga menerima Rp1,8 juta untuk alokasi tiga bulan atau sebesar Rp600 ribu per bulan.

Sementara untuk kecamatan lainnya masih dalam proses usulan dan akan diberikan pada tahap selanjutnya.

Muntasir menambahkan, pemerintah membuka dua opsi kepada penyintas bencana banjir saat dilakukan pendataan pascabencana, yakni tinggal di hunian sementara (huntara) atau tinggal di tempat sewa dengan diberikan DTH sebesar Rp600 ribu per bulan.

Baca juga: Pekerja kebut pembangunan huntap korban bencana di Bireuen

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada akhir November 2025 mengakibatkan 696 gampong/desa di 25 kecamatan terdampak bencana tersebut.

Pewarta: M Ifdhal
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |