Warga Muara Angke minta APAR untuk cegah risiko kebakaran di pesisir

3 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warga Muara Angke, Jakarta Utara, meminta dukungan berupa alat pemadam api ringan (APAR) untuk mencegah risiko kebakaran di wilayah pesisir.

"Warga mengusulkan adanya dukungan alat pemadam api ringan (APAR) mengingat tingginya risiko kebakaran di kawasan pesisir," kata perwakilan nelayan Sini dalam kegiatan Jaga Jakarta On The Spot bersama warga RW 01 Pelabuhan Muara Angke di kawasan Tanggul Kaliadem, RT 06/RW 01, Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu.

Kegiatan itu digelar oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam rangka mendukung Program Jaga Jakarta, Jaga Lingkungan, dan Jaga Amanah yang digagas Kapolda Metro Jaya.

Dalam suasana penuh keakraban, warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan permasalahan yang dihadapi di lingkungan mereka, mulai dari kebutuhan penambahan kamera pengawas (CCTV), pos pantau anti tawuran, pengamanan wilayah, hingga antisipasi pencurian dan bahaya kebakaran.

Sementara itu, Ketua RT 06 RW 01 Anwar mengapresiasi respons cepat jajaran kepolisian terhadap berbagai laporan masyarakat. Dia pun berharap adanya bantuan untuk menjaga keamanan sekitar.

"Kami juga mengusulkan penambahan CCTV dan sarana pendukung keamanan lingkungan guna mencegah tindak kriminalitas," ucap Anwar.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo menegaskan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

"Partisipasi masyarakat sangat berpengaruh dalam menjaga keamanan wilayahnya sendiri. Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, kami hadir untuk mendengar langsung kebutuhan warga dan mencari solusi bersama," ujar Aris.

Baca juga: Sampah dari hulu disebut jadi tantangan di Muara Angke

Dia juga memastikan pihaknya menindaklanjuti usulan penambahan CCTV di titik-titik rawan serta mendata kebutuhan pemasangan speed bump guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Terkait maraknya aksi tawuran dan kriminalitas, Aris mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui layanan darurat 110.

Dalam kesempatan tersebut, dia menjelaskan fenomena tawuran yang melibatkan remaja saat ini sering kali dipicu keinginan membuat konten di media sosial.

Oleh karena itu, diperlukan peran aktif keluarga, tokoh masyarakat, dan aparat setempat untuk melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap generasi muda.

Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, dilakukan pula simulasi dan pengujian layanan Call Center 110 yang melibatkan warga Muara Angke secara langsung.

Dengan demikian, melalui kegiatan Jaga Jakarta On The Spot, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berharap dapat semakin mempererat hubungan dengan masyarakat, menyerap aspirasi secara langsung, serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah pesisir Jakarta Utara.

"Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi yang baik antara warga dan kepolisian, kita dapat mewujudkan Muara Angke yang aman, nyaman, dan kondusif," ungkap Aris.

Baca juga: Pemkot Jakut akan kerahkan alat berat bersihkan sampah di Muara Angke

Baca juga: Pemkot Jakut tangani tumpukan sampah di pesisir Muara Angke

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |