Wabup ingatkan orangtua pasca temuan pelajar SD terpapar radikalisme

1 month ago 10

Sampit (ANTARA) - Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Irawati, mengungkapkan, ada dua pelajar Sekolah Dasar di sana yang terpapar paham radikalisme yang berawal dari game online.

"Temuan ini menjadi alarm keras bagi orang tua mengenai bahaya penggunaan gadget tanpa pengawasan ketat," katanya, di Sampit, Senin.

Ia menjelaskan, baru-baru ini merema menerima kunjungan dari Kombes Densus 88, karena terindikasi ada dua anak di wilayah setempat yang tergabung dalam kelompok atau grup WhatsApp dengan paham radikalisme.

Irawati mengungkapkan, informasi itu didapat langsung dari perwakilan Densus 88 Antiteror Polri ketika kunjungan kerja ke Kotim dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru.

Pihak Densus 88 memastikan aplikasi mencurigakan kini terpantau secara nasional. Khusus di Kalimantan Tengah, Kotawaringin Timur menjadi salah satu titik perhatian serius karena adanya temuan mengenai paham radikalisme.

Berdasarkan keterangan dari Densus 88, pola rekrutmen yang dilakukan kelompok radikal kini menyasar dunia digital yang sangat akrab dengan anak-anak. Salah satu platform yang digunakan adalah game populer seperti Roblox.

“Mereka menggaet anggota melalui game online yang di dalamnya terdapat unsur kekerasan. Setelah itu, anak-anak diajak masuk ke dalam grup WhatsApp. Di sana, mereka diajarkan kebencian, cara membunuh apalagi kalau merasa dirundung, ” ujar Irawati.

Kemudian dia mengatakan, dari keterangan Densus 88, ada juga ASN terpantau ikut dalam kelompok radikalisme tersebut di Kotim.

"Makanya, ini juga menjadi perhatian kami bersama instansi terkait dalam menindaklanjuti,” lanjutnya.

Menanggapi temuan ini, dia menyampaikan Pemkab Kotawaringin Timur bergerak cepat dengan melakukan langkah-langkah, mulai dari pembinaan Intensif, dua pelajar tersebut kini berada di bawah pengawasan ketat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) serta Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Kotawaringin Timur.

Disebutkan, sebelumnya tim dari Densus 88 telah menyambangi kediaman anak-anak dan ASN yang terpapar paham radikalisme, termasuk pihak keluarga juga telah diberikan pengertian akan dampak buruk dari paham tersebut dan cara menghindarinya.

“Pemantauan ini akan dilakukan secara berkala, tapi syukurnya yang di Kotawaringin Timur masih bisa dikontrol dan diberikan pembinaan,” imbuhnya.

Selanjutnya, dia akan segera mengusulkan ke bupati Kotawaringin Timur menerbitkan Instruksi Bupati terkait pembatasan penggunaan gawai bagi anak usia sekolah, mencontoh kebijakan serupa yang telah diterapkan di Surabaya.

Dalam hal ini peran orangtua dan keluarga sangat diperlukan demi menghindarkan anak dari paparan paham radikalisme dan hal-hal negatif yang bisa didapat dari internet atau media sosial.

“Jangan karena ingin anak anteng atau diam di rumah, lalu orang tua membebaskan mereka menggunakan gawai. Itu justru berbahaya. Lebih baik anak diikutkan kegiatan positif seperti les atau ekstrakurikuler,” tegasnya.

Di samping itu, pihaknya juga merencanakan kegiatan penyuluhan bersama sejumlah instansi terkait dengan melibatkan Densus 88 sebagai narasumber, dengan menyasar sekolah-sekolah, instansi pemerintahan hingga swasta.

Pewarta: Muhammad Arif Hidayat/Devita Maulina
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |