BI luncurkan buku pedoman bisnis pertanian dukung ketahanan pangan

2 hours ago 1
Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan kesuburan tanah, efisiensi penggunaan pupuk dan air, menurunkan emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan produktivitas tanaman padi,

Semarang (ANTARA) - Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, dan Universitas Diponegoro Semarang meluncurkan Buku Pedoman Implementasi Model Bisnis Pertanian Berkelanjutan Berbasis Teknologi Climate Smart Agriculture (CSA)-Biochar untuk mendukung ketahanan pangan.

Peluncuran buku pedoman secara resmi dilakukan oleh Direktur Departemen Ekonomi-Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia Kurniawan Agung, di Semarang, Senin.

Kurniawan berharap buku tersebut dapat menjadi panduan praktis bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan pertanian berkelanjutan berbasis teknologi CSA–Biochar.

Menurut dia, buku pedoman tersebut memuat penerapan biochar, yakni material padat kaya karbon hasil pirolisis limbah biomassa yang dimanfaatkan untuk memperbaiki kualitas tanah.

"Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan kesuburan tanah, efisiensi penggunaan pupuk dan air, menurunkan emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan produktivitas tanaman padi," katanya.

Kolaborasi pengembangan model bisnis pertanian berkelanjutan berbasis CSA–biochar telah dilaksanakan sejak tahun 2025, antara lain melalui kegiatan percontohan di wilayah Grobogan, Jawa Tengah.

Hasil implementasi menunjukkan peningkatan produktivitas tanaman padi sebesar 6,3 persen, sekaligus memberikan manfaat perbaikan kualitas tanah dan efisiensi penggunaan input pertanian.

Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng Andi Riena Sari menegaskan bahwa ketahanan pangan memiliki kaitan erat dengan stabilitas ekonomi daerah.

Menurut dia, peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, mendorong praktik pertanian berkelanjutan, serta berkontribusi pada pengurangan emisi di sektor pertanian.

Ia mengatakan bahwa harga pangan yang bergejolak mempengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat.

Karena itu, kata dia, buku pedoman yang disusun bersama pemerintah dan akademisi tersebar diharapkan menjadi panduan praktis bagi kelompok tani dan pelaku usaha pertanian.

"Sinergi lintas sektor dinilai krusial agar teknologi biochar dan inovasi hijau lainnya benar-benar diterapkan di lapangan," katanya.

Pemanfaatan biochar, bersama inovasi lainnya diharapkan mampu menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung pertanian yang tangguh dan produktif untuk generasi mendatang.

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Tanaman Pangan Kemenko Pangan Kus Prisetiahadi menilai peluncuran pedoman itu sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan.

Menurut dia, berbagai inovasi teknologi hijau seperti biosalin, biosilus, hingga biochar menjadi kunci untuk memperluas kembali potensi lahan produktif.

"Semoga langkah yang dimulai dari Jawa Tengah ini memberikan dampak nyata bagi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani Indonesia," katanya.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |