PTPN siapkan lahan dukung hilirisasi ayam terintegrasi perkuat MBG

1 hour ago 1
PTPN IV PalmCo mengambil peran vital dalam 'groundbreaking' proyek hilirisasi ayam terintegrasi yang dilaksanakan di Kabupaten Paser

Jakarta (ANTARA) - PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo menyiapkan lahan poultry di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, guna mendukung hilirisasi ayam terintegrasi sehingga memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendorong ekonomi kerakyatan.

"PTPN IV PalmCo mengambil peran vital dalam 'groundbreaking' proyek hilirisasi ayam terintegrasi yang dilaksanakan di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur beberapa waktu lalu," kata Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Dalam proyek strategis yang menargetkan investasi nasional hingga 7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp117 triliun di bawah payung Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) itu, manajemen PTPN IV memberikan klarifikasi mengenai porsi keterlibatannya.

Ugun yang hadir langsung dalam pelaksanaan "groundbreaking" di Paser, menjelaskan, pihaknya tidak terlibat dalam pembiayaan investasi tersebut.

Peran perusahaan itu sebagai penyedia aset lahan (land preparation) yang siap guna, sementara pendanaan sepenuhnya bersumber dari ekosistem investasi yang dikoordinasikan oleh Danantara.

Pemerintah, kata dia, melalui Danantara, sangat suportif dari sisi pendanaan dengan skema investasi strategis melibatkan BUMN Pangan.

"Posisi PTPN IV di sini adalah menyediakan aset lahan perkebunan kami yang strategis untuk dikonversi menjadi kawasan peternakan modern terintegrasi," tegas Ugun.

Ia menambahkan kolaborasi itu menggunakan model kemitraan di mana PTPN IV menyediakan lahan, sedangkan operasional teknis dan keahlian on-farm akan dijalankan oleh mitra ahli, termasuk BUMN pangan seperti ID FOOD (PT Berdikari) serta melibatkan koperasi, peternak dan UMKM lokal.

Di lokasi groundbreaking Paser itu, proyek difokuskan pada pembangunan fasilitas parent stock (indukan ayam) yang terdiri dari 14 kandang modern berteknologi tinggi (closed house).

Fasilitas itu dirancang untuk menampung populasi hingga 140.000 ekor indukan.

"Dari 140.000 ekor Parent Stock ini, target kami adalah memproduksi day old chick (DOC) atau bibit ayam hingga 10 juta ekor per tahun," jelasnya.

Ia menegaskan kehadiran fasilitas itu sangat krusial untuk memutus rantai pasok yang selama ini bergantung pada pengiriman dari Pulau Jawa, sehingga harga daging ayam di Kalimantan bisa lebih kompetitif dan inflasi daerah terkendali.

Menurut dia, hal itu akan memberikan dampak positif secara ekonomi kerakyatan karena tidak hanya mengejar target produksi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi luas (multiplier effect).

Ekosistem itu akan melibatkan koperasi, UMKM, dan peternak rakyat sebagai offtaker maupun mitra dalam rantai pasok pakan dan distribusi.

"Dengan skala produksi 10 juta ekor per tahun, ini akan menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar dan menggerakkan ekonomi UMKM di sekitar Paser," imbuh Ugun.

Sekretaris Daerah Kabupaten Paser, Katsul Wijaya mengapresiasi atas penetapan daerahnya sebagai salah satu titik sentra produksi nasional.

Ia menilai kesiapan lahan yang dimiliki PTPN IV menjadi faktor penentu utama kepercayaan pemerintah pusat.

"Kami menyambut baik karena ini akan memperkuat ketersediaan telur dan daging untuk penanganan stunting, serta menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat," kata Katsul.

Diketahui, pemerintah secara resmi telah memulai langkah strategis untuk memperkuat fondasi swasembada protein nasional melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Adapun pada tahap awal, pengembangan dilakukan di enam lokasi, yaitu Jawa Timur (Malang), Sulawesi Selatan (Bone), Gorontalo (Gorontalo Utara), Nusa Tenggara Barat (Sumbawa), Lampung (Lampung Selatan), termasuk di Paser (Kalimantan Timur).

Program ini diluncurkan sebagai upaya nyata mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menekan ketergantungan impor Parent Stock (PS) bagi Koperasi, peternak maupun UMKM.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda menegaskan inisiatif itu bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan penciptaan ekosistem baru yang kokoh.

“Langkah ini sangat krusial untuk mencegah kerugian ekonomi serta menjaga pasokan pangan asal ternak tetap aman dan stabil bagi masyarakat, sekaligus mendukung penuh kesuksesan program Makan Bergizi Gratis,” kata Agung.

Baca juga: PalmCo raup Rp174 miliar penjualan CPO bersertifikasi RSPO

Baca juga: PTPN IV siapkan 30 hektare lahan huntap-huntara di Batangtoru Sumut

Baca juga: PalmCo serap 3,25 juta ton TBS petani sawit sepanjang 2025

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |