Alasan MMKSI belum pasarkan mobil listrik dalam waktu dekat

1 hour ago 1

Jakarta (ANTARA) - Persaingan industri otomotif Indonesia, sudah mulai mengarah ke kendaraan elektrifikasi. Hadirnya kendaraan listrik ini justru datang dari pabrikan asal China, bukan pabrikan Jepang yang memang sudah akrab dengan konsumen Tanah Air.

Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Atsushi Kurita mengatakan bahwa permintaan untuk kendaraan konvensional masih cukup tinggi, itu menjadi alasan perusahaan masih menahan peluncuran kendaraan listrik murni di Tanah Air.

“Di Indonesia memang kami masih berfokus pada ICE, karena memang masih sangat banyak (peminatnya). Karena kami punya mobil yang sudah dikenal sebagai mobil yang tangguh. Jadi memang ICE menjadi fokus utama kami (sampai saat ini),” kata Atsushi Kurita kepada awak media di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, JIexpo, Kemayoran, Jakarta, Senin.

Baca juga: Mitsubihsi ramaikan ajang Tokyo Auto Salon 2026 dengan membawa Delica

Di negara-negara lain, Mitsubishi sudah memiliki jajaran yang cukup lengkap untuk kendaraan ramah lingkungan,. Bahkan, tidak hanya kendaraan yang berbasis baterai saja yang mereka miliki untuk konsumennya.

Gerbang MMKSi untuk menuju elektrifikasi, bakal dimulai pada tahun ini. Pihaknya menjanjikan bakal membawa kendaraan berbasis hybrid yang diyakini dapat menjadi jembatan konsumen menuju era elektrifikasi penuh.

“Kita merencanakan untuk memperkenalkan mobil hybrid mulai tahun ini, buat pasar Indonesia. Tapi tentunya kita masih tetap akan bermain di multi-pathway,” jelas dia.

Sebelumnya, pihak Mitsubishi juga telah memperkenalkan kendaraan hybrid di pasar Thailand. Meski demikian, pihaknya belum bisa memberikan klarifikasi yang jelas terkait model apa yang nantinya bakal dibawa ke Indonesia.

Baca juga: MMKSI catatkan 1.975 SPK selama pameran GJAW 2025

Baca juga: MMKSI jagokan Destinator sebagai tulang punggung di GJAW 2025

Baca juga: MMKSI recall L300 karena masalah pada Connecting Rod

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |